Ahad 22 Mar 2026 05:45 WIB

Presiden Prabowo dan Jokowi Halalbihalal di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo melakukan halalbihalal di Istana Merdeka dalam acara gelar griya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Rep: antara/ Red: antara
Hari Raya Idul Fitri, Prabowo halalbihalal dengan Jokowi di Istana.
Foto: antara
Hari Raya Idul Fitri, Prabowo halalbihalal dengan Jokowi di Istana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto melakukan halalbihalal dengan mantan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu (21/3) dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara ini merupakan bagian dari gelar griya yang diadakan di istana tersebut.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, hadir bersama istrinya, Iriana, dan putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Mereka tiba di Istana Merdeka dan disambut oleh pasukan jajar kehormatan. Presiden Prabowo langsung menyambut kedatangan Jokowi di pelataran Istana Merdeka, tempat mobil yang membawa Jokowi berhenti.

Prabowo dan Jokowi berjalan bersama menuju salah satu ruangan di Istana Merdeka, melewati karpet biru yang tergelar. Di dalam ruangan, Prabowo dan Jokowi beserta keluarga berbincang dalam suasana akrab. Dalam foto yang dirilis oleh Sekretariat Presiden RI, Jokowi dan Iriana tampak mengenakan busana krem dan cokelat muda, sementara Prabowo memilih atasan biru muda.

Dalam ruangan itu, tersedia aneka kue kering khas Lebaran seperti nastar, keik dalam potongan kecil, dan kue kering kembang goyang. Acara tersebut juga dihadiri putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, yang mengenakan busana senada dengan Prabowo, lengkap dengan kopiah hitam.

Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi berlangsung tertutup. Selain halalbihalal dengan Jokowi, Prabowo juga bertemu dengan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, beserta dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dalam waktu terpisah di hari yang sama.

Sekretariat Presiden RI dalam siaran resminya menyatakan bahwa kehadiran dua mantan presiden ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan nasional dalam suasana kekeluargaan. "Gelar griya Idul Fitri tahun ini menjadi ruang temu yang sarat makna untuk mempererat tali persaudaraan, merawat harmoni antarpemimpin, serta meneguhkan pesan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam perjalanan bangsa menuju masa depan," demikian disebutkan dalam siaran resmi tersebut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement