REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq diduga menyangkut pengadaan barang dan jasa. KPK mengendus adanya pengondisian atas pengadaan outsourcing.
"Ini kan ada sejumlah pengadaannya yang memang dilakukan di dinas-dinas pemkab pekalongan yang prosesnya diduga, diatur, dikondisikan sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
KPK menyebut terdapat sejumlah pengadaan barang dan jasa yang menjadi celah korupsi dalam perkara ini. KPK mencurigai terdapat vendor yang sudah diatur guna memenangkan proyek pengadaan barang dan jasa.
"(Diduga ada pengkondisian) sehingga vendor atau perusahaan-perusahaan tertentu yang bisa masuk dan menang ya untuk deliver barang ataupun jasa di Pemkab Pekalongan. Termasuk pengadaan outsourced itu ya, pengadaan, apa, tenaga pendukung ya dalam, apa, pengelolaan di Pemkab Pekalongan dan bisa ada di beberapa dinas," ujar Budi.
Lihat postingan ini di Instagram