Senin 18 May 2026 14:44 WIB

Dukung Penerapan EPR, Warga Karawang Diedukasi Pilah Sampah

Masalah sampah di Desa Warung Bambu, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Program edukasi pengelolaan sampah di Desa Warung Bambu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Foto: Republika
Program edukasi pengelolaan sampah di Desa Warung Bambu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) berkomitmen melestarikan lingkungan, khususnya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang dan KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu, program "Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!" menggandeng ibu rumah tangga untuk memilah sampah.

Saat ini, pengelolaan sampah menjadi isu yang harus ditangani dengan serius. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup pada 2025, lebih 50 persen dari total timbulan sampah berasal dari rumah tangga. Tanpa pemilahan, sampah yang bercampur residu organik akan kehilangan nilai daur ulangnya, menjadi kotor, dan membebani tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah overload.

Baca Juga

Menyadari hal tersebut, perusahaan mengambil peran aktif sebagai produsen yang bertanggung jawab mendukung terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih bersih. Pada inisiatif kali ini, Unicharm tidak hanya melakukan penyuluhan langsung ke masyarakat, tetapi juga menggabungkan dengan filosofi extended producer responsibility (EPR), yang mendukung target nasional pengurangan sampah 30 persen pada 2029.

Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda DLHK Kabupaten Karawang, Agus Yuniarto menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pemilihan sampah di masyarakat. Menurut dia, masalah sampah di Desa Warung Bambu, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.

"Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah. Dengan memilah sampah, masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang lari ke TPA," kata Agus dalam siaran pers di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement