REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa ia tidak hanya membutuhkan jaksa yang pintar, tetapi juga punya integritas dalam bertugas. Ia mengingatkan kepada jaksa yang tak punya integritas untuk meninggalkan kejaksaan.
“Saya selalu katakan, saya butuh jaksa pintar, tapi lebih butuh lagi saya jaksa yang punya integritas. Untuk apa punya jaksa pintar kalau tanpa integritas? Silakan tinggalkan kejaksaan ini,” katanya saat ditemui di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu.
Kejaksaan RI, kata dia, dapat menjadi tempat bagi insan jaksa untuk berkarya. Dalam berkarya itu, ia menegaskan bahwa para jaksa harus mengutamakan integritas. Apabila tidak berintegritas, ia tidak segan-segan akan memecat jaksa yang bersangkutan.
“Kalau mau berkarya, inilah tempatnya, dan silakan yang tidak punya integritas, silakan mundur daripada saya pecat. Daripada saya suruh mundur, lebih baik silakan mundur. Saya utamanya yang saya butuh adalah jaksa yang pintar dan punya integritas,” ucapnya.
Lebih lanjut, Burhanuddin juga mengimbau awak media maupun masyarakat untuk melaporkan kepada Kejaksaan apabila menemukan oknum jaksa yang melanggar.
Ia mengakui bahwa bagian pengawasan Kejaksaan memiliki keterbatasan. Maka dari itu, informasi dari awak media dan masyarakat akan membantu mengatasi oknum jaksa nakal.
“Kami akan lakukan pembenahan-pembenahan, dan bila hal-hal itu menyangkut perbuatan jaksa, kami juga akan melakukan penegakan hukum kepada mereka para jaksa yang nakal,” katanya.
Penguasaan aset
Sebelumnya Jaksa Agung juga menyentil jaksa-jaksa yang menguasai secara ilegal aset sita milik negara.
Lihat postingan ini di Instagram