Jumat 06 Feb 2026 19:14 WIB

Pramono Minta Empat Hingga Lima Tiang Monorel Dibongkar Setiap Harinya

Pramono ingin penyelesaian pembongkaran tiang monorel dipercepat.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Andri Saubani
Petugas melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang-tiang monorel untuk penataan Jalan H.R. Rasuna Said sisi timur.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Petugas melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang-tiang monorel untuk penataan Jalan H.R. Rasuna Said sisi timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said sejak pertengahan Januari 2026. Pembongkaran itu dilakukan agar keberadaan bangunan proyek mangkrak itu tidak terus merusak estetika kota Jakarta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembongkaran tiang yang merupakan bagian dari penataan kawasan Jalan Rasuna Said itu ditargetkan rampung pada September 2026. Namun, ia ingin penyelesaian proyek itu dapat dipercepat agar selesai sebelum targetnya.

Baca Juga

"Setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat lima tiang sehari, dan sekarang sudah dilakukan," kata dia, Jumat (7/2/2026).

Ia mengakui, target satu hari bisa menyelesaikan pembongkaran beberapa tiang itu khusus untuk tiang-tiang yang belum dibeton. Namun, untuk tiang yang sudah terikat beton tentunya pembongkaran akan memakan waktu lebih lama. 

"Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama, tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong," kata dia.

Pramono menjelaskan, pekerjaan pembongkaran tiang itu merupakan bagian dari penataan kawasan Jalan Rasuna Said. Adapun total anggaran yang digunakan adalah sekitar Rp100 miliar.

"Sekali lagi saya ingin meluruskan, karena sekarang ini masih ada yang menganggap bahwa pemotongan tiang itu Rp100 miliar. Padahal enggak, Rp100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pendestrian, dan sebagainya," kata dia. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement