Senin 26 Jan 2026 16:12 WIB

Pramono Akui Kesulitan Ubah Tata Ruang Jakarta untuk Atasi Banjir

Pramono meminta masalah sampah ini tidak diperparah dengan buang sampah sembarangan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menghibur anak-anak yang mengungsi di GOR Otista, Jakarta Timur, akibat terdampak banjir, Rabu (5/3/2025).
Foto: Bayu Adji Prihammanda/Republika
Gubernur Jakarta Pramono Anung menghibur anak-anak yang mengungsi di GOR Otista, Jakarta Timur, akibat terdampak banjir, Rabu (5/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta menyatakan banjir yang terjadi di ibu kota bukan semata karena hujan. Lembaga swadaya masyarakat yang fokus menangani persoalan lingkungan itu menilai penyebab banjir adalah masalah tata ruang di Jakarta yang tidak lagi memiliki area resapan air.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui persoalan tata ruang menjadi masalah tersendiri di ibu kota. Namun, ia menilai, kondisi tata ruang yang sudah ada di Jakarta tidak bisa serta merta diubah.

Baca Juga

"Sekarang ini yang jadi problem, di Jakarta ini kan tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu, untuk diubah itu sangat sulit sekali. Karena sudah given. Termasuk di tempat ini," kata dia saat meninjau lengerukan kali di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Karena itu, ia mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Pasalnya, kebiasaan itu disebut bakal membuat banjir di Jakarta makin tidak bisa teratasi.

"Nah yang jadi problem buat saya adalah jangan sampai tata ruang yang sudah padat ini, kemudian masyarakatnya masih membuang sampah sembarangan," ujar Pramono.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement