Sabtu 17 Jan 2026 10:59 WIB

Tiang Monorel Dibongkar, DPRD Jakarta Minta Penataan Jalan Rasuna Said Ramah Disabilitas

Pembenahan tiang monorel juga untuk membenahi infrastruktur jalan menyeluruh.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: A.Syalaby Ichsan
Pekerja memperbaiki rangka reklame proyek monorel Jakarta di Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (19/2). Pemprov DKI Jakarta akan mencabut izin proyek pembangunan monorel di Jakarta dari PT Jakarta Monorail (JM) terkait mandeknya proyek monorel Jakarta terse
Foto: antara
Pekerja memperbaiki rangka reklame proyek monorel Jakarta di Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (19/2). Pemprov DKI Jakarta akan mencabut izin proyek pembangunan monorel di Jakarta dari PT Jakarta Monorail (JM) terkait mandeknya proyek monorel Jakarta terse

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jakarta Yuke Yurike menyatakan bakal mengawal proses pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said. Menurut dia, pembongkaran tiang proyek mangkrak itu merupakan bagian dari penataan kawasan Rasuna Said.

Yuke mengatakan, pembongkaran tiang monorel itu adalah upaya merapikan wajah kota Jakarta. Hal itu dilakukan sekaligus untuk membenahi infrastruktur jalan secara menyeluruh, termasuk trotoar di kawasan tersebut agar ramah bagi penyandang disabilitas.“Jadi kita berharap trotoar yang mumpuni dan ideal, ini yang harus ada di setiap wilayah di Jakarta,” kata dia melalui keterangannya, Jumat (16/1/2026). 

Baca Juga

Yuke menyatakan, Pemerintah Jakarta perlu memastikan pembangunan trotoar yang layak, nyaman, dan aman, khususnya bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas. Menurut dia, aksesibilitas menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan infrastruktur perkotaan.

 
photo
Penampakan tiang monorel yang akan dibongkar Pemprov DKI Jakarta di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang-tiang monorel untuk penataan Jalan H.R. Rasuna Said sisi timur. - (Edwin Putranto/Republika)

Ia menilai, selama ini kawasan Rasuna Said memiliki kondisi geometrik jalan yang kurang optimal. Pasalnya, terdapat beberapa bagian jalan yang memiliki kontur naik dan turun, sehingga perlu penataan ulang agar lebih aman dan efisien bagi pengguna jalan.

Yuke menegaskan, Komisi D DPRD Provinsi Jakarta akan terus mengawasi pelaksanaan penataan tersebut. Pihaknya juga akan menekankan prinsip keselamatan, kenyamanan dan aksesibilitas.

Diketahui, kawasan Jalan Rasuna Said nantinya terbagi dalam beberapa fungsi jalur. Pemerintah akan menyediakan satu jalur khusus Transjakarta, tiga jalur jalan utama untuk kendaraan umum, serta satu jalur sepeda guna mendorong transportasi berkelanjutan.

Yuke berharap, integrasi antara jalur kendaraan, transportasi umum, pesepeda, dan pejalan kaki dapat berjalan seimbang. Dengan kajian perencanaan sebelumnya, ia optimistis penataan Jalan Rasuna Said tidak akan menimbulkan persoalan baru, khususnya terkait kemacetan.

“Mudah-mudahan nanti ke depan jalan Rasuna Said ini akan lebih bagus lagi dan tidak membuat macet, justru malah semakin bagus,”kata dia.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement