Jumat 23 Jan 2026 12:22 WIB

Pendidikan Pubertas Berbasis Karakter Lewat Integrasi PKLH, Hypercontent, dan STIFIn

PLKH dapat menjadi pintu masuk strategis untuk membahas pubertas secara holistik.

Remaja (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Remaja (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr. Nurfadhillah, S.K.M., M.K.M, Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta*

Pubertas adalah fase krusial dalam siklus kehidupan manusia yang menandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial secara bersamaan. Pada fase ini, individu mulai membentuk pola perilaku yang akan memengaruhi kesehatan dan kualitas hidupnya di masa depan.

Karena itu, pendidikan pubertas tidak dapat dipandang semata sebagai pengenalan fungsi reproduksi, melainkan sebagai fondasi pembentukan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, berbagai persoalan remaja mulai dari perilaku berisiko, rendahnya kontrol diri, hingga kerentanan terhadap pengaruh lingkungan menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan kesehatan yang seragam dan informatif semata belum cukup efektif.

Diperlukan model pembelajaran yang mampu menjangkau cara berpikir, merespons, dan mengambil keputusan pada setiap individu remaja. Pubertas premature, derasnya arus informasi digital, serta minimnya literasi kesehatan yang kontekstual menjadikan remaja kelompok yang sangat rentan.

Berbagai data nasional menunjukkan masih tingginya prevalensi perilaku berisiko pada remaja, termasuk merokok, aktivitas seksual pranikah, serta masalah kesehatan mental. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular, kehamilan tidak di inginkan, dan gangguan psikososial di usia produktif.

Situasi tersebut menegaskan bahwa pendidikan pubertas harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan mengendalikan diri, mengalihkan dorongan, dan memilih perilaku sehat sesuai tahap perkembangan.

photo
Dr. Nurfadhillah, S.K.M., M.K.M. - (istimewa)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement