Jumat 06 Mar 2026 08:23 WIB

Trump Ingin Terlibat Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran, Tolak Putra Ali Khamenei

Trump ingin terlibat pemilihan di Iran seperti halnya yang dilakukan di Venezuela.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden AS Donald J Trump
Foto: EPA/KENNY HOLSTON / POOL
Presiden AS Donald J Trump

REPUBLIKA.CO.ID WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia harus terlibat dalam pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran yang bakal menggantikan almarhum Ayatollah Ali Khamenei. Trump menegaskan menolak jika Iran akan dipimpin oleh putra Ali Khamenei, yakni Mojtaba Khamenei.

Trump mengungkapkan, Mojtaba Khamenei memang figur yang paling mungkin dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya. Namun Trump enggan menerima hal tersebut.

Baca Juga

"Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei adalah orang yang tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan tersebut, seperti dengan Delcy (Rodriguez) di Venezuela,” kata Trump pada Kamis seperti dikutip Axios.

Trump menambahkan, dia menolak pemimpin tertinggi baru Iran yang bakal melanjutkan kebijakan Ayatollah Ali Khamenei. Dia memperingatkan, jika figur semacam itu yang akan dipilih untuk menggantikan Ali Khamenei, AS bakal kembali berperang dengan Iran dalam lima tahun.

“Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” ujar Trump.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement