REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Para penyelidik militer AS meyakini bahwa kemungkinan besar pasukan AS bertanggung jawab atas serangan di sebuah sekolah perempuan di Iran yang menewaskan puluhan anak pada Sabtu. Hanya saja kesimpulan ini belum mencapai putusan akhir. Demikian disampaikan dua pejabat AS kepada Reuters.
Reuters tidak dapat memperoleh rincian lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut, termasuk bukti apa yang mendukung penilaian sementara tersebut, jenis amunisi apa yang digunakan, siapa yang bertanggung jawab, atau mengapa AS mungkin menyerang sekolah tersebut.
Menteri Perang AS Pete Hegseth pada Rabu mengakui bahwa militer AS sedang menyelidiki insiden tersebut.
Para pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah militer sensitif, tidak mengesampingkan kemungkinan munculnya bukti baru sehingga membebaskan AS dari tanggung jawab dan menunjukkan pihak lain untuk bertanggung jawab dalam insiden tersebut.
Sekolah putri di Minab, Iran selatan, dihantam bom pada Sabtu. Insiden mematikan ini terjadi pada hari pertama serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, mengatakan serangan itu menewaskan 150 siswi. Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi jumlah korban tewas.
Lihat postingan ini di Instagram