Selasa 20 Jan 2026 08:07 WIB

FPCI: Diplomasi Indonesia Perlu Lebih Aktif di ASEAN

Ada kesan bahwa RI tidak memprioritaskan ASEAN, lebih suka tampil di panggung global.

Prof Dewi Fortuna Anwar
Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Prof Dewi Fortuna Anwar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia diminta untuk lebih aktif dalam melakukan diplomasi di kawasan Asia Tenggara. Hal itu disampaikan salah seorang pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI), Prof Dewi Fortuna Anwar.

"Tidak mungkin membangun ketahanan kawasan tanpa bekerja sama secara erat dengan negara-negara tetangga," ujar Dewi dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026" di Jakarta pada Senin (19/1/2026).

Baca Juga

Ia mengingatkan, dalam sebuah kesempatan Presiden RI Prabowo Subianto menekankan tentang perlunya "good neighbor policy." Sementara, menurut Dewi, sang Kepala Negara tidak pernah berbicara tentang kerja sama kawasan. Bahkan, tidak pula membahas perihal ASEAN.

"Padahal, hal ini sangat penting. ASEAN adalah rumah Indonesia–lingkungan terdekat kita," katanya.

Dewi menambahkan, banyak negara ASEAN saat ini sedang melihat dan menantikan Indonesia untuk menghadirkan kerangka acuan yang jelas terkait ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP). Sayangnya, ada beberapa kesempatan yang dilewatkan oleh pemerintahan Prabowo.

"Ia (Presiden Prabowo) telah melewatkan East Asia Summit dan juga melewatkan ASEAN Indo-Pacific Forum," ucap Dewi.

Menurut dia, ketidakhadiran Presiden dalam beberapa pertemuan tersebut dapat mengirimkan pesan yang keliru bahwa RI tidak memberikan perhatian yang cukup kepada ASEAN. Oleh karena itu, Dewi mendorong pemerintah untuk berperan lebih aktif di kawasan pada masa yang akan datang.

"Jadi, uruslah kawasan Anda terlebih dahulu, sebelum Anda mencoba memperbaiki dunia. Ketika terjadi pelanggaran terhadap Piagam ASEAN, misalnya, Indonesia seharusnya bersuara," katanya.

Ketua FPCI Dino Patti Djalal menambahkan, ada 'pekerjaan rumah' (PR) besar bagi pemerintahan Prabowo saat ini. Itu adalah meyakinkan kawasan bahwa Indonesia benar-benar memandang ASEAN secara serius.

"Karena suka atau tidak, dalam satu tahun terakhir berkembang banyak pembicaraan bahwa Indonesia tidak memprioritaskan ASEAN dan justru lebih suka tampil di panggung global," kata Dino.

Oleh karena itu, ia berpendapat, RI perlu bekerja lebih keras untuk meyakinkan bahwa hal tersebut tidaklah demikian.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement