Kamis 25 Dec 2025 19:34 WIB

Banjir Bandang Kembali Landa Kabupaten Agam Sumbar

Banjir bandang melanda Kecamatan Tanjung Raya usai curah hujan cukup tinggi.

Pengendara sepeda motor menyeberangi jembatan darurat  di Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Jumat (5/12/2025). Akses jalan darat di kawasan sekeliling Danau Maninjau yang sempat terputus akibat banjir bandang di lima titik pada Kamis (27/12) lalu saat ini telah bisa dilalui menggunakan sepeda motor.
Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Pengendara sepeda motor menyeberangi jembatan darurat di Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Jumat (5/12/2025). Akses jalan darat di kawasan sekeliling Danau Maninjau yang sempat terputus akibat banjir bandang di lima titik pada Kamis (27/12) lalu saat ini telah bisa dilalui menggunakan sepeda motor.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Banjir bandang kembali melanda Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dampak meluapnya Sungai Batang Aia Pisang setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Kamis (25/12/2025) siang. Camat Tanjung Raya Al Hafid di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan puluhan rumah digenangi air dan lumpur berbatuan di Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

"Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi," katanya.

Baca Juga

Hafid mengatakan, banjir bandang juga mengakibatkan rumah mengalami rusak di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang. Namun jumlah total belum ada, karena pemerintah kecamatan dan nagari masih melakukan pendataan dampak banjir bandang itu.

"Tidak ada korban jiwa dan rumah rusak sedang dalam pendataan," katanya.

Saat ini, tambahnya, curah hujan masih tinggi. Dengan kondisi itu, ia mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir susulan.

Sebelumnya banjir bandang juga melanda daerah itu setelah hulu sungai longsor di Kelok 28, sehingga sungai menjadi dangkal. Untuk itu, pemerintah setempat telah mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement