Ahad 21 Dec 2025 15:03 WIB

Dukung Sanitasi Warga Gunungkidul, Kao Pasang 18 Fasilitas GRF

Program RAIN Harmony 2.0 berfokus edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0 berfokus pada edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbasis 5 pilar STBM (sanitasi total berbasis masyarakat).
Foto: Republika
Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0 berfokus pada edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbasis 5 pilar STBM (sanitasi total berbasis masyarakat).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0 berfokus pada edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbasis 5 pilar STBM (sanitasi total berbasis masyarakat). Program itu menjadi  perluasan implementasi fasilitas GAMA-Rain Filter (GRF) di 18 titik Desa Girimulyo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes,Dr dr Then Suyanti mengapresiasi kolaborasi semua pihak dalam kegiatan itu. Upaya penyediaan air dan penguatan PHBS memang harus berjalan beriringan dengan penerapan 5 pilar STBM," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (21/12/2025).

Baca Juga

Menurut Then, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat pencapaian kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan. "Ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Girimulyo, Yogyakarta, yang secara geografis memiliki tantangan dalam ketersediaan sumber air," ucap Then.

Adalah PT Kao Indonesia bersama Kao Life-in-Harmony Foundation (Kao LIHF) dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) yang berkolaborasi meluncurkan program sebagai bagian komitmen ESG. Sebelumnya pada 2024 telah dilakukan instalasi alat pemanen air hujan GRF sebanyak 7 titik.

Sehingga dengan pengembangan dan penambahan 18 titik baru, menjadikan total 25 fasilitas GRF. Hal itu diharapkan dapat memberikan manfaat air bersih ke total 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas di Gunungkidul.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement