Jumat 19 Dec 2025 12:28 WIB

Pascabanjir Bandang, BNPB Sebut Risiko Bencana Susulan di Sumatera Masih Tinggi

BNPB terus lakukan asesmen wilayah terdampak untuk mengantisipasi banjir dan longsor.

Foto udara kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kementerian Pekerjaan Umum bersama jajaran TNI Kodam Iskandar Muda telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara melintasi Sungai Peusangan sehingga akses transportasi kembali tersambung dan dapat memperlancar bantuan kemanusiaan serta memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.
Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Foto udara kendaraan melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kementerian Pekerjaan Umum bersama jajaran TNI Kodam Iskandar Muda telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara melintasi Sungai Peusangan sehingga akses transportasi kembali tersambung dan dapat memperlancar bantuan kemanusiaan serta memulihkan ekonomi daerah terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan kondisi di beberapa wilayah pascabanjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), masih bersifat dinamis. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi proses pemulihan infrastruktur, termasuk jaringan kelistrikan.

“Tanah di beberapa wilayah terdampak masih dalam kondisi labil dan berlumpur. Jika hujan lebat terjadi, kondisi ini berpotensi memicu banjir dan longsor lanjutan sehingga dapat mempengaruhi proses pemulihan infrastruktur, termasuk kelistrikan,” ujarnya, Kamis (19/12/2025).

Baca Juga

Abdul menjelaskan tanah di wilayah terdampak hingga kini masih labil dan tertutup lumpur tebal. Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, lumpur berpotensi bergerak dan memicu banjir maupun longsor susulan.

BNPB menegaskan potensi banjir dan longsor susulan masih cukup besar karena stabilitas tanah di sejumlah daerah terdampak belum sepenuhnya pulih.

“Jika intensitas hujan kembali mencapai kategori ekstrem, seperti yang terjadi di Padang, Sumatera Barat, beberapa hari lalu, banjir berpotensi kembali terjadi dengan skala yang cukup besar. Hal ini terus kami antisipasi,” kata Abdul.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement