Selasa 16 Dec 2025 18:30 WIB

IP Trisakti Gelar Tourism Expo ke-4 Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia

Industri pariwisata jadi motor pertumbuhan ekonomi

Wakil Rektor III Bidang Jasa, Kerja Sama, Alumni dan Job Arrangement System IP Trisakti, Novita Widyastuti
Foto: Trisakti
Wakil Rektor III Bidang Jasa, Kerja Sama, Alumni dan Job Arrangement System IP Trisakti, Novita Widyastuti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Institut Pariwisata (IP) Trisakti kembali menegaskan perannya sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan industri pariwisata melalui penyelenggaraan IP Trisakti Tourism Expo ke-4, yang digelar di Kampus IP Trisakti, Tanah Kusir, Jakarta, pada 12-13 Desember 2025.

Ajang tahunan ini menjadi ruang aktualisasi hasil pembelajaran mahasiswa lintas program studi—mulai dari perhotelan, usaha perjalanan wisata, S1 Pariwisata, bisnis digital, hingga kewirausahaan, yang dirancang tidak hanya sebagai pameran karya, tetapi juga sebagai simulasi nyata ekosistem industri pariwisata.

Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati saat membuka acara, Jumat (12/12/25), menyebut Tourism Expo ke-4 menunjukkan kematangan mahasiswa dalam berwirausaha. Hal itu tercermin dari perubahan pola kerja mahasiswa yang kini lebih percaya diri tampil dalam kelompok kecil.

"Jika sebelumnya mahasiswa masih cenderung berkelompok besar karena belum percaya diri, sekarang mereka berani tampil dalam tim kecil berisi dua hingga tiga orang. Ini menandakan kesiapan mereka untuk terjun ke dunia industri," ujarnya.

Menurut Fetty, perubahan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya jumlah usaha yang ditampilkan. Ia berharap, lulusan IP Trisakti tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Expo ini menjadi jembatan dari kampus ke industri. Kami ingin mahasiswa memiliki mental wirausaha dan kesiapan profesional sejak dini,” katanya.

Apresiasi datang dari Camat Pesanggrahan, Angga Daputra, yang menilai Tourism Expo IP Trisakti telah melampaui konsep pameran akademik. Usai meninjau seluruh stan mahasiswa, ia menyebut kualitas presentasi dan inovasi yang ditampilkan sudah mencerminkan standar industri.

“Saya melihat mahasiswa IP Trisakti tampil layaknya profesional. Ini adalah investasi penting bagi kemajuan pariwisata dan UMKM Indonesia,” kata Angga.

Ia juga menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dengan IP Trisakti, terutama melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Dari sisi alumni, Ketua Umum Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI), Catur Prasetyo, memanfaatkan momentum expo untuk mengumumkan rencana penyelenggaraan tourism fair berskala nasional pada Februari 2026.

“Kami ingin event besar seperti travel fair lahir dari kampus pariwisata terbaik. Dengan jaringan lebih dari 162 ribu alumni IP Trisakti yang tersebar di berbagai posisi strategis industri global, potensi kolaborasinya sangat besar,” ungkap Catur.

Ia menegaskan, keterlibatan alumni merupakan bagian dari penguatan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, di mana kampus, industri, dan komunitas saling terhubung.

Sementara itu, Ketua Panitia IP Trisakti Tourism Expo ke-4, Michael Khrisna menjelaskan, expo tahun ini mengusung konsep kompetitif dan kolaboratif. Sebanyak 78 peserta bazar dari seluruh program studi IP Trisakti ambil bagian, serta melibatkan 26 sekolah SMA/SMK se-Jabodetabek dalam berbagai lomba.

“Expo ini kami rancang sebagai miniatur industri. Mahasiswa tidak hanya menjual produk, tetapi belajar mempresentasikan ide, membaca pasar, dan bersaing secara sehat,” ujar Michael.

Beragam kompetisi digelar, di antaranya lomba walking interpretation, di mana peserta SMA/SMK memandu wisata di atas bus yang bergerak di kawasan PIK sebagai destinasi new urban tourism.

Selain itu, lomba memasak yang diikuti 26 tim menjadi ajang dengan jumlah peserta terbanyak, dengan kewajiban menggunakan rempah Nusantara dari merek Koepoe-Koepoe sebagai bahan utama.

Di area bazar, mahasiswa menampilkan inovasi produk kuliner, minuman, produk kreatif, hingga paket perjalanan wisata tematik, seperti tur lokal, wisata ziarah, dan paket perjalanan berbasis minat khusus. Kehadiran konten kreator kuliner, Magdalena pada hari kedua ikut memperkuat daya tarik acara.

Tak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa, Tourism Expo ke-4 juga menjadi momentum penguatan sinergi pendidikan. IP Trisakti menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan LKP Surya Cipta Jakarta dan LKP Bina Mutu Bangsa Depok, pada Sabtu (13/12/25).

Wakil Rektor III Bidang Jasa, Kerja Sama, Alumni dan Job Arrangement System IP Trisakti, Novita Widyastuti menjelaskan, kerja sama ini bertujuan memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi.

"Melalui kolaborasi ini, kurikulum LKP akan diperkuat dengan pendekatan perguruan tinggi. Dosen IP Trisakti juga akan terlibat langsung dalam proses pengajaran dan pengujian peserta pelatihan," jelas Novita.

Kerja sama tersebut difasilitasi oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

“Kerja sama ini sejalan dengan komitmen IP Trisakti untuk membangun jalur berkelanjutan dari pendidikan vokasi ke pendidikan tinggi,” tambah Novita.

Melalui Tourism Expo ke-4, IP Trisakti menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, mulai dari kampus, vokasi, pemerintah wilayah, alumni, hingga industri.

Dari inovasi mahasiswa hingga kolaborasi strategis, Tourism Expo ini menjadi bukti nyata, pendidikan pariwisata tidak berhenti di ruang kelas, melainkan bergerak aktif menjawab kebutuhan industri dan masa depan pariwisata Indonesia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement