Senin 15 Dec 2025 00:15 WIB

ASEAN Kerahkan Tim Pengamat untuk Pantau Konflik Thailand-Kamboja

PM Malaysia Anwar Ibrahim arahkan Tim Pengamat ASEAN pantau konflik Thailand-Kamboja dengan dukungan satelit AS.

Rep: antara/ Red: antara
ASEAN kerahkan tim pengamat dorong deeskalasi konflik Thailand-Kamboja.
Foto: antara
ASEAN kerahkan tim pengamat dorong deeskalasi konflik Thailand-Kamboja.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan pengerahan Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT) untuk memantau deeskalasi konflik di perbatasan Thailand-Kamboja. Tim ini dipimpin oleh Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia dan didukung pemantauan satelit dari Amerika Serikat. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan perkembangan situasi.

Langkah ini diambil menyusul diskusi Anwar dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait ketegangan yang berkelanjutan di sepanjang perbatasan kedua negara. Anwar juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mendesak kedua pihak untuk menahan diri, menghentikan permusuhan, dan tidak melakukan tindakan militer mulai 13 Desember 2025 pukul 22.00.

Temuan dari pemantauan satelit dan observasi lapangan akan dihimpun oleh AOT dan dipresentasikan dalam Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada 16 Desember 2025. Laporan ini akan memberikan gambaran objektif mengenai situasi di lapangan, posisi kedua pihak, dan bertujuan untuk membangun kepercayaan serta menjaga perdamaian di kawasan.

Malaysia tetap berkomitmen bekerja sama erat dengan mitra-mitra ASEAN dan komunitas internasional untuk memprioritaskan dialog dan diplomasi dalam hubungan Thailand-Kamboja.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement