Sabtu 29 Nov 2025 08:20 WIB

IRGC Disebut Sponsor Terorisme, Iran Berang dengan Australia: Ini Preseden Berbahaya!

Tindakan Australia disebut ilegal dan tak beralasan.

 Pasukan Garda Revolusi paramiliter Iran berbaris selama parade militer memperingati dimulainya perang Irak-Iran 1980-88, di depan kuil mendiang pendiri revolusioner Ayatollah Khomeini, tepat di luar Teheran, Iran, Kamis, 22 September, 2022.
Foto: AP/Vahid Salemi
Pasukan Garda Revolusi paramiliter Iran berbaris selama parade militer memperingati dimulainya perang Irak-Iran 1980-88, di depan kuil mendiang pendiri revolusioner Ayatollah Khomeini, tepat di luar Teheran, Iran, Kamis, 22 September, 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keras tindakan ofensif dan tak beralasan pemerintah Australia yang melabeli Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai negara sponsor terorisme.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan, Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa langkah politik pemerintah Australia merupakan preseden berbahaya dan kriminal.

Baca Juga

Keputusan itu dirancang di bawah pengaruh rezim Israel dan bertujuan untuk mengalihkan opini publik dari genosida di Gaza.

"Dan itu merupakan keterlibatan para pemrakarsa tindakan ini dengan para penjahat yang dicari oleh Mahkamah Kriminal Internasional (ICC)."

Kemenlu Iran menyebut tindakan Australia sebagai aksi ilegal, tidak beralasan, serta melanggar norma dan aturan hukum internasional.

Tindakan itu, kata Kemenlu merupakan kelanjutan dari kesalahan fatal yang dilakukan oleh pemerintah Australia berdasarkan tuduhan  tidak berdasar. 

"Tuduhan ini dibuat oleh lembaga keamanan rezim Israel dan telah menjadikan hubungan diplomatik yang telah lama terjalin antara Iran dan Australia sebagai alat tawar-menawar untuk membayar upeti kepada rezim pendudukan Israel," demikian bunyi pernyataan tersebut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement