Sabtu 29 Nov 2025 07:11 WIB

Iran Boikot Undian Piala Dunia 2026 di Amerika

Keputusan ini setelah AS menolak visa anggota dlegasi timnas sepak bola Iran.

Demonstran membakar bendera Israel dan Amerika Serikat saat menggelar aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, Jumat (20/6/2025).
Foto: AP
Demonstran membakar bendera Israel dan Amerika Serikat saat menggelar aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, Jumat (20/6/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran akan memboikot undian putaran final Piala Dunia minggu depan di Washington. Keputusan ini setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa kepada beberapa anggota delegasi, federasi sepak bola Iran mengumumkan pada hari Jumat.

“Kami telah memberitahu FIFA bahwa keputusan yang diambil tidak ada hubungannya dengan olahraga, dan anggota delegasi Iran tidak akan berpartisipasi dalam undian Piala Dunia,” kata juru bicara federasi tersebut kepada televisi pemerintah.

Baca Juga

Situs olahraga Iran Varzesh3 pada Selasa mengklaim bahwa AS telah menolak mengeluarkan visa kepada beberapa anggota delegasi, termasuk presiden federasi, Mehdi Taj. Pada Kamis, Taj mengecam keputusan tersebut sebagai keputusan politis.

“Kami telah mengatakan kepada ketua FIFA, Tuan [Gianni] Infantino, bahwa ini murni posisi politik dan FIFA harus memberitahu mereka [AS] untuk menghentikan perilaku ini,” tambah Taj.

Menurut Varzesh3, empat anggota delegasi, termasuk Amir Ghalenoei, sang pelatih, telah diberikan visa untuk pengundian pada 5 Desember.

Iran lolos ke pertandingan empat tahunan olahraga ini pada bulan Maret, menjamin mereka tampil keempat berturut-turut dan ketujuh secara keseluruhan. Iran sejauh ini belum pernah lolos ke babak sistem gugur di Piala Dunia.

photo
Pendukung Iran bersorak sebelum pertandingan sepak bola semifinal Piala Asia antara Qatar dan Iran di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, Rabu, 7 Februari 2024. - (Hussein SayedManish Swarup)

Pada putaran final tahun 1998 di Prancis, Iran mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam pertandingan grup mereka. AS membalasnya dengan mengalahkan Iran 1-0 pada edisi 2022. 

AS – yang menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama Kanada dan Meksiko – dan Iran telah berselisih selama lebih dari empat dekade. Kedua negara tak akur setelah Revolusi Iran pada 1979 menggulingkan diktator Iran yang disokong AS.

Belakangan, hubungan kedua negara makin panas terkait dukungan AS untuk Israel yang terus melakukan genosida di Jalur Gaza. Iran satu-satunya negara di kawasan yang berani mencoba menghentikan aksi tersebut. 

Setelah beberapa kali Iran dan Israel saling serang, Amerika akhirnya ikut campur mengebom fasilitas pengayaan nuklir Iran Juni lalu. 

Saat ini kedua negara telah mengadakan perundingan nuklir tingkat tinggi antara Teheran dan Washington yang dimulai pada April, di mana kedua belah pihak berselisih mengenai hak Iran untuk memperkaya uranium – yang menurut Teheran “tidak dapat dicabut”.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement