Senin 01 Sep 2025 00:11 WIB

Grab Benarkan Dua Pengemudinya Meninggal Dunia, Tiga Dirawat Intensif, Ini Nama-namanya

Grab Indonesia memastikan akan menegakkan keadilan mitra pengemudinya.

Jenazah Affan Kurniawan saat dibawa ke pemakaman di TPU Karet, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Foto: Republika/Mg160
Jenazah Affan Kurniawan saat dibawa ke pemakaman di TPU Karet, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grab Indonesia membenarkan kabar dua mitra pengemudi meninggal dunia akibat aksi demo beberapa hari belakangan. Sementara, tiga lainnya kini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

"Kami menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Affan Kurniawan di Jakarta dan almarhum Rusdamdiansyah di Makassar," kata Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Ahad (31/8/2025).

Baca Juga

Neneng mewakili perusahaan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan serta kesembuhan bagi mitra yang masih berada di rumah sakit. Ketiga mitra pengemudi itu adalah Moh.Umar Amarudin yang dirawat di Rumah Sakit Pelni Jakarta, Aji di RSUD Tarakan Jakarta, dan Budi Haryadi di Rumah Sakit Primajaya Makassar.

Ia menekankan bahwa keselamatan serta kesejahteraan mitra selalu menjadi prioritas utama Grab Indonesia. Perusahaan ingin agar dapat menjadi berjalan bersama mitra sebagai sebuah keluarga.

Oleh karenanya, Grab Indonesia memastikan akan menegakkan keadilan dan memastikan hak-hak mitra terlindungi. Sebagai aksi nyata, perusahaan sudah menyiapkan pendampingan yang menyeluruh. Mulai dari bantuan hukum, santunan dan dukungan lainnya, agar setiap mitra benar-benar merasa dijaga, mendapat perlindungan nyata, dan tidak sendirian menghadapi masa sulit.

photo
Pengemudi ojek daring menangis dan berpelukan usai berorasi saat saat Aksi Solidaritas di Alun-alun Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). Aksi yang diikuti ribuan massa gabungan dari elemen mahasiswa dan pengemudi ojek daring tersebut menuntut reformasi kepolisian serta penegakan hukum tegas terhadap pelaku yang menewaskan Affan Kurniawan. - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Neneng menjelaskan bahwa mulai 2 September 2025 sampai pemberitahuan selanjutnya, mitra di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan Gercep/Grab Respons Cepat melalui tiga kanal aksesibilitas berupa Saluran Darurat Khusus yang ada di nomor 021-2350-7032.

Jalur telepon prioritas itu akan langsung menghubungkan mitra dengan para agen yang terlatih menangani situasi tanggap darurat, serta didukung sistem antrean khusus. Eskalasi akan lebih cepat sampai ke Tim Manajemen Krisis bila situasi membutuhkan tindak lanjut.

Berikutnya ada Help Center “Bantuan Tanggap Darurat” yakni sebuah aman artikel khusus yang bisa diakses mitra Grab. Tersedia pula formulir pelaporan serta tombol “Hubungi Kami” untuk mengajukan bantuan.

Kanal itu turut dilengkapi dengan layanan live chat dalam Help Center, yang menjadi fitur obrolan instan yang memudahkan mitra berkomunikasi langsung dengan para agen yang terlatih menangani situasi tanggap darurat dan didukung agen live chat khusus dengan antrean prioritas.

"Ini adalah ikhtiar kami untuk menunaikan amanah dari keresahan para mitra, dan juga fokus kami adalah menghadirkan aksi yang nyata, bukan hanya sekadar janji," ujar dia.

Sebelumnya pada Kamis (28/8/2025), seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan melintasi area demo yang ditujukan pada DPR RI untuk mengantarkan makanan yang dipesan melalui aplikasi. Pada saat yang sama sebuah kendaraan taktis milik Brimob Polri melintas dan melindasnya.

Affan pun meninggal tidak lama setelah peristiwa tersebut terjadi. Sedangkan Rusdamdiansyah meninggal pada Jumat (29/8/2025) akibat amukan massa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar karena dituduh sebagai seorang intelijen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement