Selasa 16 Dec 2025 15:22 WIB

Sajid Akram, Tersangka Penembakan Massal di Pantai Bondi Masuk ke Filipina Sebagai Warga India

Australia mengaitkan serangan di Pantai Bondi dengan gerakan ISIS.

Petugas darurat mengangkut seseorang dengan tandu setelah dilaporkan adanya penembakan di Pantai Bondi, di Sydney, Ahad, 14 Desember 2025.
Foto: AP Photo/Mark Baker
Petugas darurat mengangkut seseorang dengan tandu setelah dilaporkan adanya penembakan di Pantai Bondi, di Sydney, Ahad, 14 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Ayah dan anak di balik salah satu penembakan massal paling mematikan di Australia menghabiskan hampir waktu selama November di Filipina. Demikian dikonfirmasi oleh departemen imigrasi Manila pada Selasa.

Imigrasi menyebut sang ayah memasuki negara  sebagai warga negara India. Sajid Akram dan putranya, Naveed, yang diduga membunuh 15 orang dan melukai puluhan lainnya dalam perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, tiba pada 1 November di provinsi Davao di selatan Filipina sebagai tujuan akhir.

Baca Juga

“Sajid Akram, 50 tahun, warga negara India, dan Naveed Akram, 24 tahun, warga negara Australia, tiba di Filipina bersama-sama pada 1 November 2025 dari Sydney, Australia,” kata juru bicara imigrasi Dana Sandoval kepada AFP dilansir DAWN.

Polisi Australia mengatakan kedua pria tersebut telah melakukan perjalanan ke Filipina bulan lalu dan tujuan perjalanan tersebut sedang diselidiki. 

Banyak pihak mengaitkan perjalanan itu dengan jaringan ISIS yang diketahui beroperasi di Filipina dan telah memiliki pengaruh di bagian selatan negara itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement