Senin 15 Dec 2025 16:17 WIB

Pahlawan Sydney Ternyata dari Suriah, Negara yang Diserang Israel

Ahmed al Ahmed menyatakan Allah memberikannya keberanian mencegah penembakan.

Polisi melakukan investigasi di Pantai Bondi setelah peristiwa penembakan di Sydney, Ahad (14/12/2025).
Foto: AP Photo/Mark Baker
Polisi melakukan investigasi di Pantai Bondi setelah peristiwa penembakan di Sydney, Ahad (14/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY – Ahmed Fatih al-Ahmed (43 tahun) yang mencegah jatuhnya lebih banyak korban dalam penembakan di Pantai Bondi, Sydney, diketahui berasal dari Idlib, Suriah. Ia menyelamatkan banyak orang Yahudi pada Ahad itu meskipun kampung halamannya masih terus diserang dan dicaplok Israel.

Saat Ahmed menangkap dan merebut senjata dari tersangka penembak di pantai Bondi, dia hanya berpikir bahwa dia “tidak tega melihat orang sekarat”, kata sepupunya. Kurang dari sehari kemudian, al-Ahmed masih dalam kondisi kritis namun stabil di rumah sakit St George di Sydney. 

Baca Juga

Sejak serangan itu, ayah dua anak perempuan ini menjadi terkenal di dunia internasional dan dipuji sebagai pahlawan oleh perdana menteri Australia, perdana menteri New South Wales, dan presiden AS.

Anthony Albanese menyebut al-Ahmed pada konferensi pers pada hari Senin, memberikan penghormatan atas tindakannya sebagai contoh “kebersamaan warga Australia”. “Ahmed al-Ahmed … melepaskan pistol dari pelaku dengan risiko besar bagi dirinya sendiri dan menderita luka serius sebagai akibatnya, dan saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit,” kata Albanese.

Setidaknya 16 orang, termasuk salah satu tersangka pria bersenjata, tewas dalam penembakan massal saat perayaan Hanukah pada Ahad malam. Rekaman yang luar biasa dari adegan tersebut menunjukkan al-Ahmed bergegas menuju salah satu penembak, melompat ke arahnya dan merebut pistol dari tangannya.

Jozay, sepupu Al-Ahmed, mengatakan dia sudah pulih dari operasi pertamanya dan masih menjalani dua operasi lagi. “Dia minum banyak obat, dia belum bisa berbicara dengan lancar,” kata Jozay setelah meninggalkan rumah sakit pada Senin malam.

photo
Ahmed el Ahmed, warga Suriah-Australia selepas mencegah penembakan di Sydney, Australia, Ahad (14/12/2025). - (Tagkapan Layar)

Sepupu lainnya, Mustafa al-Asaad, mengatakan kepada jaringan televisi Al Araby bahwa intervensi al-Ahmed sebagai “tindakan kemanusiaan”. “Ketika dia melihat orang-orang sekarat dan keluarga mereka ditembak, dia tidak tega melihat orang-orang sekarat,” katanya. 

"Itu adalah tindakan kemanusiaan, lebih dari apapun. Itu adalah masalah hati nurani... Dia sangat bangga bahwa dia menyelamatkan satu nyawa saja. "Ketika dia melihat adegan ini, orang-orang sekarat karena tembakan, dia mengatakan kepada saya, 'Saya tidak bisa tinggal diam. Allah memberi saya kekuatan. Saya yakin saya akan menghentikan orang ini membunuh orang'."

Al-Asaad mengatakan sepupunya adalah warga negara Australia asal Suriah, asal kota Idlib. Setelah menghabiskan satu jam bersamanya pada Senin pagi, dia mengatakan sepupunya mengatakan kepadanya “Allah memberi saya keberanian” dan dia tidak menyesali tindakannya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement