REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan keluarganya hidup 'terpencil' di Moskow lebih dari setahun setelah rezimnya runtuh. Al-Assad dilaporkan mencoba kembali ke profesinya sebagai dokter mata. Demikian laporan The Guardian pada Senin.
Al-Assad, yang menjalani pelatihan sebagai dokter mata di London sebelum mengambil alih peran ayahnya, melarikan diri dari Suriah pada dini hari tanggal 8 Desember 2024, ketika pasukan oposisi maju ke Damaskus dari berbagai arah.
"Ia dikawal oleh pasukan Rusia ke pangkalan udara Khmeimim di pantai Suriah dan diterbangkan keluar negeri," demikian laporan surat kabar tersebut.
Mengutip sumber yang dekat dengan keluarga, The Guardian mengatakan al-Assad telah melanjutkan studi kedokteran saat berada di pengasingan. “Dia sedang mempelajari bahasa Rusia dan kembali mengasah kemampuan oftalmologinya,” kata sumber tersebut.
“Itu adalah hobinya, dia jelas tidak membutuhkan uang. Bahkan sebelum perang di Suriah dimulai, dia biasa secara teratur mempraktikkan oftalmologinya di Damaskus.”
Keluarga al-Assad diyakini tinggal di Rublyovka, distrik elite berpagar di sebelah barat Moskow yang merupakan tempat tinggal tokoh politik senior dan pengusaha kaya. Meski terpencil, kehidupan Assad dianggap masih terbilang mewat.
Menurut laporan tersebut, sebagian besar kekayaan keluarga itu telah dipindahkan ke Rusia setelah sanksi Barat diberlakukan pada tahun 2011 menyusul tindakan keras al-Assad terhadap protes anti-pemerintah.
Di bawah pengawasan Rusia
Meskipun memiliki keamanan finansial, al-Assad dan keluarga dekatnya dilaporkan sebagian besar terisolasi dan berada di bawah pengawasan ketat otoritas Rusia.
“Kehidupannya sangat tenang,” kata seorang teman keluarga kepada The Guardian. “Dia memiliki sedikit sekali, atau bahkan tidak ada sama sekali, kontak dengan dunia luar.”
Lihat postingan ini di Instagram