REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi demonstrasi di Indonesia yang disusul oleh kericuhan dan kemudian penjarahan rumah sejumlah pejabat dapat perhatian lekat oleh media asing. Sejak awal pekan ini hingga Sabtu kemarin, media asing terus memberitakan situasi di beberapa kota di Indonesia, termasuk bagaimana dampaknya untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menariknya, di dalam judul berita media asing, mereka cenderung mengutip aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar, ketimbang buruh atau warga biasa.
Kantor berita Reuters misalnya, menurunkan artikel dengan sorotan kepada mahasiswa yang berdemonstrasi, serta momen mobil perintis Brigade Mobil (Brimob) Polri melindas Affan Kurniawan, pengemudi ojol. Dua judul berita itu adalah, 'Indonesian students vow more protest after one killed in Jakarta demonstration' dan 'Police killing sparks Indonesia unrest in first major test for Prabowo presidency'.
Kemudian media asal Qatar, Aljazeera,menurunkan artikel yang menyoroti awal muasal demonstrasi meluas di Indonesia, yakni tunjangan ke DPR, dengan judul, 'Indonesian police clash with students protesting lawmaker's salaries' dan 'Protest resume in Indonesia's Jakarta after ride-share driver killed'. Aljazeera juga menurunkan berita penjelasan yang kontekstual di artikel 'Why are antigovernment protest taking place in Indonesia'.
Koran berpengaruh di AS, The New York Times, juga ikut menyoroti situasi kericuhan di Indonesia, dengan menerbitkan artikel 'Protest Spread Across Indonesia After a Deadly Clash with Police'.
Media online asal Inggris, the Guardian, menyoroti hal serupa, dengan menurunkan berita berjudul, 'Protest erupt in Indonesia over death of man hit by police vehicle' dan memberi konteks soal mengapa aksi protes itu terjadi di berita dengan judul, 'Protest erupt in Indonesia over privileges for parliament members and 'corrupt elites'.
Media Eropa seperti Euronews tak ketinggalan menurunkan berita dengan judul: 'Students clash with riot police in Jakarta over MP's housing benefits.' Sedangkan media asal Jerman, DW menurunkan artikel dengan judul, 'Indonesia: Protests escalates after death of demonstrator'.
Sementara dari kawasan Asia Tenggara dan Australia juga tidak ketinggalan menyoroti situasi di Indonesia. Laman Nikkei Asia misalnya menurunkan berita, 'Indonesian markets, government rattled after deadly Jakarta protest'. Media asal Hongkong, South China Morning Post menulis berita dengan sudut yang berbeda karena memasukkan Presiden Prabowo, dengan judul, 'Indonesia protest erupt after delivery rider death in first test for Prabowo'.
Sudut pandang menyoroti Presiden Prabowo ini juga diambil oleh media asal Singapura, CNA,dengan berita penjelasan berjudul, 'What triggered violent protest across Indonesia, and how bad could it get for President Prabowo'.
Media Australia, ABC menurunkan artikel dengan judul, 'RIP Indonesia's democracy': One killed and 600 arrested in Jakarta rally'. Ada juga artikel dari The Sydney Morning Herald yang menyoroti Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan judul: 'Police chief apologises after riot vehicle crushes man during Jakarta protest'.