Ahad 31 Aug 2025 08:14 WIB

Jakarta Membara, Bagaimana Kondisi di Luar Jawa?

Kematian terjadi dalam aksi unjuk rasa di Makassar.

Pengunjuk rasa menyaksikan gedung DPRD Makassar yang telahdibakar di Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Hasrul Said
Pengunjuk rasa menyaksikan gedung DPRD Makassar yang telahdibakar di Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Aksi unjuk rasa selepas kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan meluas hingga ke luar Pulau Jawa. Kerusakan yang ditimbulkan tak sedikit.

Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkirakan kerugian sementara akibat perusakan, pembakaran dan penjarahan oleh massa terhadap Gedung DPRD NTB ditaksir mencapai puluhan miliar. "Perkiraan puluhan miliar. Tapi, itu sifatnya sementara," kata Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB Muhammad Erwan di Kantor DPRD NTB di Mataram, Sabtu. 

Baca Juga

Ia mengatakan nilai kerugian sementara itu terutama dari gedung yang terbakar dan fasilitas kantor baik yang ikut terbakar dengan gedung atau dijarah oleh massa pengunjuk rasa. "Kalau kerugian ini dua gedung, satu gedung utama ludes. Ini nilainya puluh miliar. Belum yang lain-lain," ujarnya. 

Pembakaran dan penjarahan dilakukan ribuan massa ketika melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD NTB pada Sabtu siang hingga sore. "Api melahap ruang pimpinan, ruang sekretariat, ruang semua wakil ketua, ruang paripurna dan segala macam yang ada di dalam gedung," ungkap Erwan. 

Aksi pembakaran itu terjadi usai ratusan massa aksi memaksa masuk ke gedung DPRD NTB. Ada dua gedung yang dibakar massa aksi, pertama gedung utama DPRD yang sehari-hari dipakai rapat dan sidang paripurna habis dilalap api hingga menyisakan rangka di atapnya, dan gedung Sekretariat DPRD yang sehari-hari dipakai oleh karyawan atau ASN di DPRD NTB. 

photo
Anggota Brimob melintas berlatar belakang Gedung DPRD NTB yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Mataram, NTB, Sabtu (30/8/2025). - (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)

Bagian gedung dewan porak poranda setelah di hancurkan dan dijarah dalam aksi demonstrasi yang berlangsung sejak siang dan berakhir dengan pembakaran gedung dewan tersebut.

Di pulau tetangga, delapan anggota Kepolisian Daerah Bali dan dua orang warga sipil terluka akibat kericuhan saat demonstrasi di depan Mapolda Bali dan Kantor DPRD Bali di Denpasar, Sabtu (30/8/2025). "Korban luka-luka dari personel Polda Bali 8 orang dan dua orang sipil saat ini sudah di rawat di RS. Trijata Denpasar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar.

Mantan Kabid Humas Polda NTT itu menyebutkan Polda Bali menyiagakan kurang lebih 1.000 personel gabungan termasuk Pecalang Desa adat. Massa aksi sebelumnya berkumpul di depan Mapolda Bali Denpasar. Namun, setelah itu massa bergerak ke Kantor DPRD Denpasar. Massa menuntut keadilan bagi almarhum Affan Kurniawan yang dilindas mobil polisi di Jakarta.

Dirsamapta Polda Bali sempat naik ke atas mobil milik demonstran untuk menenangkan massa dan akan menindak lanjuti tuntutan tersebut. Namun, tidak lama setelah itu diminta pendemo untuk turun.

photo
Polisi membentuk barikade untuk menghalau pengunjuk rasa di depan Polda Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (30/8/2025). Unjuk rasa yang dimulai pada pukul 10.30 Wita tersebut berakhir ricuh. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Hingga sekitar pukul 15.30 Wita, massa mulai anarkis diawali memaksa masuk Mako Polda Bali dengan mendobrak pintu gerbang utama disertai pelemparan batu ke arah kantor dan petugas yang mengamankan, serta corat-coret di pintu dan tembok Mako Polda Bali.

Pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) Brimob dan Samapta Polda Bali mendorong mundur massa. Massa kemudian berpencar ke arah Pasar Kreneng dan ke arah Kantor OJK Bali di Jalan WS Supratman. Polda Bali kemudian mengamankan 22 orang.

Di NTT, Kapolres Kota Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari menemui sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang masuk Polda Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang,  Sabtu malam. Dalam aksi tersebut selain menggelar orasi di depan Polda NTT, para pengunjuk rasa juga membakar ban serta menyalakan lilin di depan pintu gerbang Polda NTT 

Para pengunjuk rasa di ibu Kota Provinsi NTT itu juga  menuntut pertanggungjawaban atas kematian Affan Kurniawan dan menyebut kematian Affan Kurniawan sebagai tindakan tidak berprikemanusiaan. Massa aksi ini juga mengkritik kebijakan anggaran yang menguntungkan anggota DPR. Aksi unjuk rasa yang hanya berlangsung selama kurang lebih dua jam itu berakhir tertib. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement