Sabtu 30 Aug 2025 03:19 WIB

Wakil Gubernur Aceh Luncurkan Rumah Quran BSI di Banda Aceh

Wakil Gubernur Aceh meluncurkan Rumah Quran BSI di Banda Aceh untuk melahirkan generasi Qurani dan meningkatkan kualitas pendidikan santri.

Rep: antara/ Red: antara
Wagub luncurkan Rumah Quran BSI di Aceh.
Foto: antara
Wagub luncurkan Rumah Quran BSI di Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meluncurkan program Rumah Quran Bank Syariah Indonesia (BSI) di Banda Aceh pada Jumat. Program ini bertujuan untuk melahirkan generasi qurani dengan mendekatkan mereka kepada Al Quran.

"Kehadiran Rumah Quran BSI Bina Santri Indonesia akan memberikan kesempatan bagi anak-anak Aceh menjadi penghafal Quran dan berkarakter Qurani," kata Fadhlullah di sela-sela acara peluncuran di kawasan Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya.

Fadhlullah berharap program ini dapat diperluas sehingga lebih banyak anak-anak Aceh yang dapat menjadi penghafal Quran. Ia juga meminta perhatian lebih dari Direktur Utama BSI untuk meningkatkan layanan di Aceh, sejalan dengan implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah.

Direktur Utama BSI Tbk, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa Rumah Quran BSI merupakan bagian dari program BSI Maslahat yang bertujuan membentuk penghafal Quran berkarakter dan berakhlak mulia. Ini adalah upaya BSI menyediakan wadah pembelajaran Alqur’an yang berkualitas, inklusif, dan merata di seluruh Indonesia.

Menurut Anggoro, program ini tidak hanya melahirkan generasi Qurani, tetapi juga lulusan yang mandiri secara ekonomi. Sebanyak 25 anak pada tahap pertama akan mondok di Rumah Quran BSI, mendapatkan pendidikan agama, keterampilan hidup dasar, dan literasi ekonomi untuk meningkatkan daya saing mereka.

Di Aceh, Rumah Quran BSI merupakan salah satu dari delapan lokasi di seluruh Indonesia, yang didanai melalui pendayagunaan zakat korporat dan infak BSI yang disalurkan oleh BSI Maslahat. Program ini adalah hasil kolaborasi antara BSI, BAZNAS RI, dan BSI Maslahat, ditujukan untuk santri berusia 15-22 tahun, setara jenjang SMA.

Anggoro menambahkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan santri, melahirkan lulusan penghafal Al Quran, serta membekali mereka dengan wawasan kewirausahaan untuk meningkatkan peluang kerja dan kemandirian ekonomi. "Santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al Quran, tetapi juga memiliki daya saing dalam kehidupan sosial dan profesional," katanya.

Ia berharap program ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta Asta Cita Pemerintah Indonesia. BSI terus berkomitmen menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat di Tanah Rencong khususnya dan Indonesia umumnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement