Jumat 29 Aug 2025 15:26 WIB

Syarikat Islam Desak Polri Evaluasi Pengamanan, DPR Harus Introspeksi

DPR harus bersikap bijak menanggapi kritik rakyat.

Rep: Muhyiddin/ Red: Satria K Yudha
Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan anggota kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Para pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan anggota kepolisian saat aksi 28 Agustus 2025 di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang dilindas kendaraan rantis Brimob saat aksi demonstrasi, Kamis (28/8/2025). Hamdan mengatakan, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi aparat dalam mengamankan aksi masyarakat.

“Polisi perlu mengevaluasi prosedur pengamanan demonstrasi dan melakukan proses hukum terhadap aparat yang bertindak di luar batas,” ujar Hamdan dalam pernyataan resmi, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menjauhkan diri dari tindakan anarkis.

Mantan Ketua MK 2013–2015 itu menegaskan tuntutan masyarakat yang disuarakan dalam aksi adalah hal wajar. Karena itu, ia juga meminta DPR bersikap bijak menanggapi kritik rakyat dan tidak mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh suasana.

“DPR harus introspeksi diri dan meningkatkan kinerja untuk memenuhi harapan masyarakat,” ucapnya.

Hamdan juga menyerukan persatuan seluruh elemen bangsa. Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat, sehingga persatuan dan kesatuan menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan kebangkitan Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement