REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan sistem manajemen talenta membantu pengembangan kompetensi para pegawai aparatur sipil negeri (ASN) sehingga dapat bertumbuh dan berprestasi dalam karir.
Ia menilai, ASN merupakan tulang punggung penyelenggaraan birokrasi negara sehingga setiap formasi haruslah diisi oleh individu dengan kemampuan dan kompetensi tepat sesuai tugas dan fungsi jabatan yang diemban.
“Para ASN menjadi tulang punggung penyelenggaraan negara dan birokrasi, yang memastikan semua tugas-tugas kenegaraan dan penyelenggaraan negara itu dapat terlaksana dengan sebaik-baik itu sehingga satu hal yang saya kira perlu menjadi bagian perhatian kita adalah bagaimana juga ada talent scout gitu,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam kegiatan bertajuk Peluncuran Program Manajemen Talenta di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Jumat.
Menurutnya, pemetaan talenta individu, termasuk ASN menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan sistem meritokrasi yang memberikan kesempatan setara kepada setiap individu untuk mengembangkan kapasitas kariernya berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
Sistem meritokrasi yang berjalan dengan tepat, lanjutnya, pada gilirannya juga berpengaruh dalam peningkatan pelayanan birokrasi pemerintah karena para ASN memiliki kesempatan untuk berinovasi secara positif dan kreatif.
“Sehingga talent-talent yang kami miliki itu perlu kami berikan ruang aktualisasi yang semakin luas, kami berikan kesempatan berinovasi yang semakin kreatif untuk bisa membuat layanan kita semakin baik Birokrasi kita menjadi semakin baik,” imbuhnya.
Mu'ti berharap adanya sistem manajemen talenta yang baru saja diluncurkan dapat mengefektifkan pelayanan birokrasi, khususnya dalam bidang pendidikan sehingga kian memudahkan masyarakat yang memerlukan bantuan.