Jumat 29 Aug 2025 12:12 WIB

Jenazah Pengemudi Ojol Affan Telah Dimakamkan

Sejumlah rekan sesama pengemudi ojek daring ikut mengantar jenazah Affan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka almarhum driver ojol, Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan rantis Brimob Polri, di tengah demonstrasi 28 Agustus 2025.
Foto: Dok Pri Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melayat ke rumah duka almarhum driver ojol, Affan Kurniawan yang meninggal dunia usai terlindas kendaraan rantis Brimob Polri, di tengah demonstrasi 28 Agustus 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8/2025), dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat siang. Berdasarkan pantauan, sejumlah rekan sesama pengemudi ojek daring ikut mengantar jenazah Affan dari rumah duka ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka nampak memadati area pemakaman.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan melayat ke rumah duka. Keduanya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Affan.

Baca Juga

Seperti diketahui, Affan tewas akibat terlindas rantis Brimbob saat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR berakhir ricuh.

Merespons peristiwa tersebut, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Abdul Karim memastikan penanganan kasus itu dilakukan secara transparan.

Dia mengatakan penanganan kasus tersebut dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tetapi juga bersama dengan Korps Brimob mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob.

Menurut dia, sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya sedang diperiksa terkait insiden tersebut.

Ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu diketahui berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol saat kerusuhan berlangsung.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono meminta agar pemerintah memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek daring yang kerap bekerja di jalanan dan rawan terjebak dalam konflik massa.

"Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh pengemudi ojek online di Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Garda Indonesia. Affan Kurniawan bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan," kata Igun.

Dia pun mengimbau rekan-rekan ojek online di seluruh Indonesia agar mengadakan doa bersama di masing-masing daerah dan tabur bunga sebagai simbol berduka.

Selain itu, untuk menghindari tragedi serupa di kemudian hari, dia meminta rekan-rekan pengemudi ojek online agar menahan diri sehingga tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement