Kabupaten Bogor (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika meminta proses penamaan rupabumi dilakukan secara cermat dan memperhatikan aspek historis, budaya, dan sosial demi menjaga identitas lokal.
Hal itu disampaikan Ajat saat membuka kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penyelenggaraan nama rupabumi di Babakan Madang, Kamis, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.
“Proses penamaan harus dijalankan secara cermat, memperhatikan aspek historis, sosial, dan budaya agar nilai-nilai tersebut tetap lestari,” kata Ajat di hadapan peserta kegiatan yang berasal dari perwakilan perangkat daerah dan kecamatan lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ia menilai, penamaan rupabumi bukan sekadar memberi identitas pada suatu tempat, melainkan bagian penting dari penataan administrasi geospasial yang tertib dan ilmiah. Selain itu, penamaan juga berperan dalam merawat warisan budaya dan nilai-nilai sejarah yang hidup di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Bogor. Bimtek menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Ajat menyebutkan, Kabupaten Bogor dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan kultural yang tercermin dalam unsur geografis seperti gunung, sungai, hingga permukiman yang namanya sarat akan makna historis.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kekhasan lokal dalam setiap proses penamaan rupabumi agar dapat memberikan kontribusi terhadap kualitas perencanaan pembangunan di masa mendatang.
“Saya menyambut baik kegiatan ini karena sangat berpengaruh terhadap kualitas perencanaan pembangunan Kabupaten Bogor ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kegiatan bimtek sebagai formalitas belaka, melainkan benar-benar memahami dan menerapkan prinsip toponimi dalam penamaan rupabumi.
“Lakukan yang terbaik. Berikan penamaan rupabumi sesuai kaidah ilmiah agar bermakna,” pungkasnya.
Ajat menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian sejarah serta budaya lokal.