Jumat 25 Jul 2025 02:45 WIB

Koster: Perputaran uang PICA Fest ditargetkan Rp18 miliar

Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan ajang Paradise Island’s Clothing Association (PICA) Fest 2025 menghasilkan perputaran uang setara penyelenggaraan tahun 2023 yaitu Rp18 miliar atau lebih. Hal ini disampaikan Gubernur ...

Rep: antara/ Red: antara
Koster: Perputaran uang PICA Fest ditargetkan Rp18 miliar
Foto: antara
Koster: Perputaran uang PICA Fest ditargetkan Rp18 miliar

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan ajang Paradise Island’s Clothing Association (PICA) Fest 2025 menghasilkan perputaran uang setara penyelenggaraan tahun 2023 yaitu Rp18 miliar atau lebih.

Hal ini disampaikan Gubernur Koster di Denpasar, Kamis, sambil menyinggung telah diberikannya izin penggunaan Lapangan Niti Mandala Renon secara gratis.

“Target kalau bisa meningkat dari tahun sebelumnya karena sekarang situasi kan ekonomi sudah mulai bagus semoga betul-betul masyarakat datang lebih banyak dan berbelanja,” kata dia.

Gubernur Koster mengatakan pemberian izin peminjaman lapangan yang sedang dalam proses revitalisasi ini tidak mudah.

Selama penyelenggaraan PICA Fest dari 24-27 Juli 2025 ini, lapangan yang sehari-hari dimanfaatkan masyarakat untuk olahraga dan rekreasi sebagiannya akan ditutup untuk festival.

“Memberikan izin penggunaan lapangan ini terus terang saja tidak gampang, rumput diinjak-injak ini biaya perawatannya mahal,” ujarnya.

Namun Pemprov Bali akhirnya merestui komunitas pengusaha pakaian merek lokal itu karena menaruh harapan terjadi perputaran ekonomi yang besar sehingga Lapangan Niti Mandala Renon optimal pemanfaatannya sesuai biaya perawatan yang keluar.

“Sudah gratis lapangannya lagi disuruh saya mencari sponsor, semua diminta, tapi saya suka keberaniannya melakukan upaya mengangkat produk lokal Bali yang kekinian dan moderen,” kata gubernur.

Koster juga mengatakan pemberian izin ini karena anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas usaha tersebut kreatif dalam membuat karya yang tetap menjaga kearifan lokal dan budaya Bali, sehingga niat baiknya patut didukung terlebih dahulu.

“Sepantasnya kita dukung bersama tidak saja untuk menjaga budaya tapi untuk ekonomi kreatif yang sedang digalakkan di Provinsi Bali sebagai bagian dari upaya melakukan transformasi perekonomian, supaya ekonomi kita di Bali tumbuh bernilai tambah, berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

Merespons target dari Gubernur Koster, Pendiri PICA Fest Ida Bagus Agung Brahmadiguna mengatakan optimistis memenuhi ekspektasi tersebut.

“Target perputarannya mudah-mudahan sama seperti yang lalu Rp18 miliar, harus optimistis, estimasi transaksi kita tunggu mudah-mudahan (sesuai) target,” kata dia.

Di festival kali ini panitia memberi kesempatan 36 usaha produk pakaian lokal dan 80 UMKM kuliner bergabung selama 4 hari, sementara pada PICA Fest 2023 lalu transaksi Rp18 miliar didukung selain dari penjualan tiket konser musik juga perputaran uang di 55 usaha produk pakaian lokal dan 123 UMKM kuliner.

Disinggung soal upaya menarik pembeli tiket konser musik untuk turut berbelanja di festival clothing ini sehingga menambah perputaran uang, Brahmadiguna juga melihat itu masih menjadi tantangan.

Targetnya sendiri agar selama 4 hari penyelenggaraan festival hadir sebanyak 80.000 kunjungan, dimana pada penyelenggaraan hari pertamanya ini tim mencatat jumlah tiket laku 18.000 tiket.

“Ini kami belum bisa untuk yang ini (pembeli tiket konser melakukan transaksi) yang penting kami membantu kontennya, artinya stan pakaian ini kami beri kerendahan harga, jadinya ada clothing yang baru mau tampil kami beri harga Rp3 juta kalau yang sebelumnya sudah pernah kami beri Rp6 juta,” ujarnya.

sumber : https://branda.antaranews.com/getapi/Nm5mM3FiTVM3SXdiOVpRcDhjQlpFOTFvYXh6dlZWeUQ1QlZLYzJ1a1QreE9xK2hoZkhNUUMwa2kzSjhvUWpFRzhWZWZSMGZoekZvR3htTmdkRWo5b25UbEpMSnlLZHpvdkdBeXQ1TmpJSjQ9
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement