Jumat 04 Apr 2025 17:01 WIB

Indonesia Serahkan Bantuan Logistik dan Tim Medis untuk Myanmar

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Menko PMK.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYIDAW -- Pemerintah Indonesia menyerahkan bantuan tahap ketiga untuk penanganan gempa bumi Myanmar,  Jumat (28/3/2025). Pengiriman bantuan ini berbeda dari tahap satu dan dua karena langsung diantarkan oleh delegasi dari sejumlah menteri dan kepala lembaga.

Delegasi Bantuan Kemanusiaan Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Delegasi Indonesia diterima oleh Soe Kyi selaku Deputy Minister For Ministry of Social Welfare Relief and Resettlement dan Win Thu Htet sebagai Head of International Court of Justice Court Unit Department of Consular and Legal Affairs Ministry of Foreign Affairs sekaligus melakukan simbolis pemberian bantuan.

Baca Juga

Pratikno mengatakan bantuan ini merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu dan solidaritas pada masyarakat Myanmar.

“Menyampaikan prihatin dan duka mendalam dari bapak Prabowo Subianto mewakili seluruh rakyat Indonesia atas bencana yang dialami masyarakat Myanmar,” ucap Pratikno dalam keterangan pers pada Jumat (4/4/2025). 

Pratikno mengatakan, bantuan yang dikirim oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sudah dilakukan tahap ketiga ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan antara Indonesia dan Myanmar. Ini juga sebagai bentuk komitmen hubungan antara negara-negara di Asean termasuk dalam bidang manajemen kebencanaan,” lanjut Pratikno.

Pratikno mengungkap seluruh bantuan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia merupakan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. Contohnya bantuan logistik peralatan dan bantuan tenaga profesional di bidang penanggulangan bencana.

“Bantuan yang kami bawa pada kali ini adalah logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat korban gempa, antara lain tenda dan makanan, berbagai kebutuhan perempuan dan anak-anak,” ujar Pratikno.

Pratikno berharap dukungan ini bisa mengurangi penderitaan bagi warga Myanmar. Jika pada pengiriman sebelumnya pemerintah Indonesia mengirimkan personel yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan, pada kesempatan ini diterbangkan juga personel tenaga kesehatan dari Indonesia.

“Selain itu kita bersama dengan tim tenaga kesehatan yang akan bertugas selama 30 hari,” ucap Pratikno.

Setelah melakukan simbolis bantuan kepada pemerintah Myanmar, delegasi selanjutnya menuju lokasi di mana tim kemanusiaan Indonesia menemukan beberapa korban jiwa yang tertimbun reruntuhan bangunan di perumahan pegawai negeri sipil setempat.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan perkembangan kerja dari tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang sudah berada di Myanmar sejak Senin (31/3) di saat mayoritas masyarakat di Indonesia sedang menjalani hari raya idul fitri.

“Untuk tim USAR sudah hari kedua sudah melaksanakan tugas, sudah berhasil menemukan (korban tertimbun),” ucap Suharyanto. 

Setelah kemarin Tim USAR berhasil menemukan tiga korban meninggal dunia, hari ini Tim USAR kembali menemukan dua korban meninggal dunia yang tertimbun reruntuhan bangunan. “Dengan segala perjuangan, dua hari sudah berhasil menemukan korban,” ucap Suharyanto.

Kemudian delegasi Indonesia bergeser meninjau posko yang menjadi tempat bernaung bagi seluruh tim kemanusiaan yang bertugas dalam rangka penanganan bencana di Myanmar kali ini. Suharyanto berpesan kepada personel Emergency Medical Team (EMT) yang juga tiba di Myanmar bersama delegasi lainnya hari ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement