Jumat 04 Apr 2025 15:23 WIB

AS Dihantam Bencana Tornado Disusul Banjir, Sedikitnya Tujuh Orang Tewas

Hujan sangat deras akan terjadi di beberapa daerah hingga akhir pekan ini

Seorang perempuan tampak berada di antara rumah yang rusak setelah tornado menerjang Bridgeton, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (15/3/2025).
Foto: AP
Seorang perempuan tampak berada di antara rumah yang rusak setelah tornado menerjang Bridgeton, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (15/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, HOUSTON -- Serangkaian tornado yang menerjang sejumlah negara bagian AS pada Kamis (3/4) menewaskan sedikitnya tujuh orang. Badai yang lebih parah diperkirakan masih akan terjadi. Demikian menurut laporan Badan Cuaca Nasional (NWS).

Selain menghancurkan bangunan, menumbangkan pohon, dan menyebabkan pemadaman listrik, hujan deras yang dipicu oleh tornado-tornado itu juga menimbulkan banjir di berbagai kota dan daerah yang dilewati, termasuk di negara bagian Arkansas, Illinois, Kentucky, Missouri, Ohio, Tennessee, Texas, dan West Virginia.

Baca Juga

"Banjir ini akan berlangsung lama, bukan hanya sesaat," kata pejabat NWS di platform X.

NWS memprediksi hujan sangat deras akan terjadi di beberapa daerah hingga akhir pekan ini. "Banjir bandang dan banjir sungai di wilayah-wilayah ini berpotensi menjadi bencana dan mengancam jiwa,” kata badan cuaca itu.

Puluhan tornado dilaporkan terjadi pada Rabu dan Kamis dini hari di sejumlah negara bagian. NWS telah mengeluarkan banyak peringatan, termasuk peringatan banjir, kepada masyarakat AS.

Secara total, 728 peringatan cuaca dikeluarkan pada Rabu, terbanyak ketiga selama sehari dalam sejarah AS. Peringatan terbanyak pernah dikeluarkan pada 27 April 2011 (881) dan 30 Mei 2004 (834), menurut NWS.

Lebih dari 55 juta orang masih berisiko karena berada di jalur tornado yang lebih kuat dan rawan banjir bandang. NWS memprediksi wilayah paling terdampak bisa menerima curah hujan hingga 381 mm.

Gubernur Kentucky, Andy Beshear, yang negara bagiannya diterjang badai parah, mengkritik pemerintahan Trump karena memangkas anggaran NWS.

"Mereka adalah penyelamat,” katanya melanjutkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement