Kamis 03 Apr 2025 19:13 WIB

Ratusan Prajurit Yonif 644/Walet Sakti Diberangkatkan Jaga Perbatasan Papua Nugini

Sebelum ke perbatasan PNG, mereka harus latihan pratugas di Pusdiklatpassus Batujajar

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 644/Wls di Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (3/4/2025).
Foto: Pendam Tanjungpura
Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 644/Wls di Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (3/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sebanyak 450 prajurit Yonif 644/Walet Sakti diberangkatkan untuk menjalankan tugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG). Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Para prajurit akan terlebih dahulu menjalani latihan pratugas di Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat, selama satu bulan sebelum diterjunkan ke wilayah operasi di Papua," kata Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen Jannie Aldrin Siahaan di Kota Pontianak, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga

Jannie menjelaskan, latihan tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Termasuk, sambung dia, penguasaan taktik tempur, intelijen, hukum, serta kerja sama dengan aparat setempat.

"Dalam latihan ini, prajurit akan dilatih menghadapi berbagai skenario, seperti potensi serangan terhadap personel, gangguan keamanan di pos perbatasan, hingga ancaman terhadap fasilitas umum. Mereka juga dibekali kemampuan berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah," tuturnya.

Dia pun menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi seluruh personel. "Berangkat dalam keadaan siap dan waspada. Hilangkan anggapan bahwa daerah tugas adalah zona aman, agar naluri tempur tetap terjaga. Pastikan berangkat 450 dan kembali 450," kata Jannie.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement