Kamis 03 Apr 2025 16:20 WIB

Peneliti Sudah Prediksi Penurunan Pemudik Sebelum Puasa, Saat Ada Efisiensi Anggaran

Dampak efisiensi anggaran dinilai luas terhadap minat warga untuk mudik.

Rep: Bayu Adji P/ Red: A.Syalaby Ichsan
Darmaningtyas
Foto: Yudhi Mahatma/Antara
Darmaningtyas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sejumlah data dari berbagai pihak menunjukkan bahwa jumlah masyarakat yang mudik pada momen Lebaran 2025/1446 H mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat memilih tidak pulang ke kampung halaman.

Peneliti Inisiatif Strategis untuk Transportasi Darmaningtyas mengatakan, penurunan jumlah pemudik pada 2025 sudah diprediksi sejak sebelum puasa, atau ketika pemerintah menerapkan kebijakan efesiensi anggaran. Menurut dia, dampak efisiensi anggaran sangat luas dan berpenggaruh terhadap minat warga untuk melakukan mudik Lebaran.

Baca Juga

Ia menilai, para ASN muda yang masih punya tanggungan pasti memilih tidak mudik. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan tambahan penghasilan selama tiga bulan terakhir, baik dari perjalanan dinas ataupun kegiatan seremonial, dan konsultansi.

"Mereka lebih baik mengefiensikan pendapatannya untuk membayar cicilan rumah dan kendaraan, sehingga memilih tidak mudik," kata dia.

Sementara itu, banyak perusahaan melakukan PHK di sektor swasta. Alhasil, hotel dan tempat tempat hiburan menjadi sepi penggunjung."Ini dampaknya pada turunnya kesejahteraan karyawan, sehingga mereka tidak bisa mudik, mereka lebih baik menghemat pendapatnya untuk kelangsungan hidup berikutnya sambil menunggu kepastian nasib mereka," ujar dia. 

 

photo
Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Tangkuban Perahu, Subang, Rabu (2/4/2025). Lalu lintas di jalur wisata alam kawasan Lembang dan Subang padat merayap. Selain oleh pengendara yang menuju tempat wisata juga oleh arus mudik lokal. - (Edi Yusuf)

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement