Kamis 03 Apr 2025 12:25 WIB

Lebaran Pertama Era Prabowo, Doli Kurnia: Kembali ke Fitri, Bersih, dan Suci

Golkar: Lebaran lebih bermakna dengan peningkatan kualitas hidup.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erdy Nasrul
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan Lebaran pada tahun ini dapat dimaknai lebih baik dengan adanya peningkatan kualitas hidup. Doli mengajak Muslim menjemput kemenangan di momen Lebaran. 

Hal itu disampaikan Doli merespon perayaan Idul Fitri di Indonesia yang dirayakan pada 31 Maret 2025.

Baca Juga

"Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama di awal pemerintahan Presiden Prabowo. Tentu besar sekali harapan kita semua agar Lebaran kali ini lebih bermakna bagi peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan negara kita," kata Doli kepada Republika, Senin (31/3/2025). 

Bagi umat Islam Indonesia, setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, tentu semua mendambakan kemenangan dan kembali menjadi insan yang fithri, bersih dan suci. Doli meyakini  kemenangan bisa juga dimaknai luas sebagai kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan. 

"Kembali ke Fitri, bersih dan suci juga bisa dimaknai luas secara kolektif manusia-manusia Indonesia dan pemerintahannya yang jujur, berintegritas, dan bersih bebas dari korupsi," ujar Doli. 

Sebelumnya, Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan pentingnya momen Idul Fitri sebagai waktu untuk saling memaafkan serta melaksanakan refleksi atas perjalanan spiritual selama bulan suci Ramadhan. Dia pun menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Bahlil juga menyoroti makna Idul Fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan penuh umat Muslim menjalani ibadah puasa. Bahlil mengibaratkan Idul Fitri sebagai momen kembalinya manusia kepada fitrah atau kesucian, layaknya bayi yang baru lahir.

“Ini ibarat manusia, hari Idul Fitri ini seperti bayi yang baru lahir. Kita kembali kepada fitrah, kita kembali kepada kesucian, dan sejauh mana kita jalan dalam siratalmustakim sampai nanti ke depan lagi,” ujar Bahlil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement