Kamis 03 Apr 2025 00:09 WIB

Gempa Myanmar Sebabkan Pergeseran Tanah Hingga Enam Meter

Pergeseran sebanding dengan pergeseran patahan lebih 5 meter gempa Turki.

Pemimpin militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing (tengah), memeriksa jalan rusak akibat gempa Jumat, 28 Maret 2025, di Naypyitaw, Myanmar.
Foto: Tim Informasi True News Militer Myanmar via A
Pemimpin militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing (tengah), memeriksa jalan rusak akibat gempa Jumat, 28 Maret 2025, di Naypyitaw, Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO-Otoritas Informasi Geospasial Jepang, yang dikenal sebagai GSI, mengatakan gempa bumi besar hari Jumat di Myanmar telah menyebabkan pergeseran tanah horizontal hingga enam meter.

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter tersebut mengakibatkan deformasi kerak bumi di sepanjang patahan Sagaing, yang memengaruhi area yang membentang lebih dari 400 kilometer dari utara kota Mandalay, dekat dengan episentrum, hingga selatan ibu kota negara tersebut, Naypyidaw.

Baca Juga

Penelitian tersebut didasarkan pada analisis data pergerakan kerak bumi yang diamati oleh radar satelit Daichi-2 milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang, atau JAXA.

"Kami tidak sering melihat deformasi tanah sebesar itu dalam gempa bumi patahan aktif di daratan,” kata Hiroshi Munekane, yang mengepalai divisi penelitian deformasi kerak bumi dari Pusat Penelitian Geografi dan Dinamika Kerak Bumi GSI, Rabu (2/4/2025).

Ia menambahkan bahwa deformasi tanah Myanmar “sebanding” dengan pergeseran patahan lebih dari 5 meter yang diamati dalam gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter di Turki pada tahun 2023.

sumber : nippon.com
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement