Rabu 02 Apr 2025 10:59 WIB

Masjid dan RS Indonesia di Gaza Kembali Dibom Israel

Israel perintahkan RS Indonesia yang sedang diperbaiki untuk dikosongkan.

Suasana Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahya Gaza Utara
Foto: Dok Istimewa
Suasana Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahya Gaza Utara

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tentara penjajah Israel mengintensifkan serangannya di Jalur Gaza sejak Selasa (1/4/2025) malam, mengakibatkan kematian dan cederanya puluhan warga Palestina. Rumah Sakit Indonesia yang sedang menjalani perbaikan serta sebuah masjid hasil bantuan Indonesia ikut jadi sasaran pemboman brutal tersebut.

Rumah Sakit Indonesia telah diperbaiki dalam beberapa minggu terakhir selama tahap pertama gencatan senjata, dan rumah sakit tersebut berusaha menawarkan perawatan medis yang sangat dibutuhkan oleh warga Palestina. Sekarang rumah tersebut berada di bawah perintah evakuasi, dan pasien, korban luka, serta staf medis tidak tahu ke mana harus pergi. 

Baca Juga

Mereka tidak tahu rencana terbaik apa yang ada saat ini, karena tidak ada rumah sakit yang tersedia. Fasilitas-fasilitas di Gaza utara dan Kota Gaza telah hancur. Rumah Sakit Al-Shifa tidak beroperasi; hanya satu bangsal yang beroperasi dengan kapasitas yang dikurangi. Jika pasien dan korban luka dipindahkan ke Rumah Sakit Arab al-Ahli, fasilitas tersebut akan kewalahan.

Situasi di Gaza menjadi lebih mengerikan karena orang-orang sudah beberapa kali mengungsi dan mengalami trauma akibat pemboman massal. Mereka sudah menderita karena kehilangan anggota keluarga mereka dalam beberapa bulan terakhir akibat kehancuran dan kehancuran. Perintah evakuasi baru dikeluarkan dalam waktu 24 jam setelah seluruh kota Rafah terpaksa dievakuasi.

Hanya dalam beberapa jam setelah perintah evakuasi ini, militer tidak menunggu orang-orang untuk mengungsi ke daerah yang disebut aman sebelum menembak dan membunuh mereka ketika mereka meninggalkan daerah yang ditandai sebagai zona militer di Gaza utara.

Pesawat pendudukan Israel juga mengebom masjid Indonesia yang hancur di kawasan Ma'an, sebelah timur Khan Yunis.

Aljazirah mengutip sumber-sumber medis melaporkan bahwa 23 orang syahid dan lainnya terluka dalam satu hari di Jalur Gaza. Wilayah itu telah menjadi sasaran agresi Israel selama 16 hari setelah pemerintah Benjamin Netanyahu mengingkari komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Aljazirah mengkonfirmasi kematian tiga warga Palestina dalam serangan udara Israel di lahan pertanian di timur laut Rafah, di selatan Jalur Gaza. Kru ambulans dapat mengambil jenazah para syuhada, ketika pasukan pendudukan memberlakukan perintah evakuasi pada seluruh warga Rafah. Mereka kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Eropa Gaza.

Seorang warga Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap tenda yang menampung pengungsi di Rafah. Dua warga Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap sebuah rumah di pusat Khan Yunis, selatan Jalur Gaza. Seorang warga Palestina syahid akibat tembakan artileri Israel yang menyasar wilayah timur kota Al-Qarara, utara Khan Yunis.

photo
Asap mengepul dari sebuah bangunan yang menjadi sasaran serangan tentara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 22 Maret 2025. - (AP Photo/Jehad Alshrafi)

Di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza tengah, dua warga Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah rumah di kamp tersebut. Seorang warga Palestina syahid dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap tenda yang menampung pengungsi di Deir al-Balah.

Sejak dimulainya kembali genosida di Gaza pada 18 Maret, 1.042 warga Palestina telah terbunuh dan 2.542 lainnya terluka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Dengan dukungan Amerika, Israel telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menyebabkan lebih dari 164.000 warga Palestina tewas dan terluka, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan wanita, dan lebih dari 11.000 orang hilang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement