Rabu 02 Apr 2025 10:30 WIB

Zelenskyy akan Gelar Rapat Bahas Pengiriman Tentara Asing ke Ukraina

Sejumlah negara besar Eropa ingin bahas keamanan jangka panjang Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Foto: AP Photo/Laurent Cipriani
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memastikan bahwa sebuah rapat bersama negara-negara yang siap mengirimkan personel militer ke Ukraina akan digelar pada Jumat (4/4) mendatang. Pembahasan dilakukan melalui lingkup kecil terlebih dahulu. 

"Akan ada rapat pada Jumat. Rapat tersebut akan menjadi pertemuan langsung antara tim militer dari beberapa negara, lingkupnya kecil, yang akan siap mengirimkan kontingen mereka," kata Presiden Ukraina dalam sebuah taklimat, Selasa (1/4).

Baca Juga

"Akan ada dari satuan angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Pertemuan ini akan menjadi rapat mendalam yang pertama kalinya," ucap dia.

Ia mengatakan, rapat tersebut akan merinci dan memperjelas wacana pengiriman personel asing ke Ukraina.

"Penting untuk memastikan supaya hal tersebut tetap berdasarkan pada usulan pihak Ukraina," kata Zelenksyy, menambahkan.

Senin (31/3) lalu, pemerintah Inggris menyatakan bahwa petinggi militer dari Inggris, Prancis, dan Ukraina akan melakukan rapat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas "rencana rinci" terkait keamanan jangka panjang untuk Kiev.

Sementara, Presiden Prancis Emmanuel Macron, setelah menjadi tuan rumah konferensi terkait rencana dukungan militer dan keamanan untuk Ukraina pada 27 Maret, mengatakan bahwa sejumlah negara berniat mengirimkan tentaranya ke Ukraina sebagai "kekuatan pencegah".

Menurut Macron, inisiatif Inggris dan Prancis tersebut tak akan menggantikan militer Ukraina maupun menjadi pasukan penjaga perdamaian di negara tersebut. Tujuan dari mobilisasi tentara asing ke lokasi-lokasi strategis di Ukraina adalah untuk menggertak Rusia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 11 Maret mengatakan, wacana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina merupakan upaya menyelamatkan otoritas Ukraina.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pasukan penjaga perdamaian baru bisa diterjunkan setelah ada persetujuan dari semua pihak. Ia pun memandang pembahasan pengiriman pasukan tersebut ke Ukraina masih terlalu awal.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement