Rabu 02 Apr 2025 09:45 WIB

Lagi Liburan ke Yogyakarta? BMKG Imbau Waspasai Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan

BMKG Yogyakarta memprediksi terjadinya cuaca ekstrem pada 2 hingga 4 April 2025.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Awan mendung di atas Kota Yogyakarta. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda DIY pada 2 hingga 4 April 2025.
Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Awan mendung di atas Kota Yogyakarta. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda DIY pada 2 hingga 4 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam tiga hari ke depan, mulai 2 hingga 4 April 2025. Peringatan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap analisis kondisi atmosfer yang menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

"Masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada periode tiga hari ke depan," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga

Kondisi tersebut, kata Warjono, berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, maupun sambaran petir. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, lanjut dia, terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Suhu muka laut di sekitar perairan Jawa, baik dalam skala harian maupun mingguan, menurut dia, terpantau relatif hangat berkisar antara 29-30 derajat Celsius. Warjono menyebutkan pola angin di wilayah Jawa, khususnya DIY, masih didominasi angin baratan (dari barat daya ke barat laut).

Selain itu terdeteksi pula pola penumpukan massa udara (konvergensi) terpantau terjadi di wilayah Jawa, termasuk DIY. Kelembapan udara di wilayah DIY pada lapisan 850-500 mb berada pada kisaran 75 hingga 95 persen.

Sementara itu labilitas atmosfer bervariasi pada kategori sedang hingga kuat yang mengindikasikan potensi pembentukan awan konvektif dalam skala lokal. Karena itu BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, dengan variasi wilayah terdampak yang berbeda pada masing-masing hari.

Pada 2 April 2025, kata dia, hujan sedang-lebat berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian Utara dan Tengah serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah. Berikutnya pada 3 April 2025 potensi serupa di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian Utara dan Tengah, Bantul bagian utara dan Tengah, serta Gunungkidul bagian Utara dan Tengah.

Kemudian pada 4 April 2025 potensi hujan masih terjadi di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, serta Gunungkidul bagian utara. BMKG meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui media sosial resmi BMKG.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement