Rabu 02 Apr 2025 08:11 WIB

Dedi Mulyadi Ultimatum tak Boleh Ada Calo, Pungli, dan Pakir Liar di Lokasi Wisata

Dedi mengingatkan tempat wisata jangan hanya fokus cari keuntungan.

Rep: Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat Salat Idul Fitri 1446 H Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar), di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (31/3/2025). Dalam sambutannya Gubernur Jabar meminta seluruh aparat negara harus mempunyai kesadaran kolektif sekaligus berkewajiban dalam memberikan rasa aman, bahagia, dan sejahtera ke rakyatnya.
Foto: Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan saat Salat Idul Fitri 1446 H Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar), di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Senin (31/3/2025). Dalam sambutannya Gubernur Jabar meminta seluruh aparat negara harus mempunyai kesadaran kolektif sekaligus berkewajiban dalam memberikan rasa aman, bahagia, dan sejahtera ke rakyatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengultimatum semua pihak agar tidak boleh terjadi pungutan liar (pungli) dan praktik percaloan di lokasi wisata saat libur lebaran 1446 Hijriah. Ia akan memastikan semua wisatawan yang libur lebaran di objek wisata berwisata aman.

"Tidak boleh ada percaloan tiket, tidak boleh ada duplikasi parkir, tidak boleh ada pungutan parkir liar, dan tidak ada pemandu wisata abal-abal yang orang tersesat malah dibawa lebih tersesat tetapi harus bayar," ucap Dedi belum lama ini.

Baca Juga

Ia akan memastikan masyarakat Jawa Barat memiliki sikap yang baik kepada wisatawan. Dedi pun meminta seluruh pengelola pariwisata untuk memiliki kesiapan dari masuk wisata serta jaminan keamanan untuk wisatawan.

"Contoh Pangandaran itu harus ada petugas yang di pantai, nanti kalau ada yang terbawa arus harus ditangani cepat dan melakukan pertolongan, karena beberapa waktu yang lalu anggota polisi polsek meninggal ketika menolong anak SMP, artinya kan petugas penjaganya gak ada," kata dia.

Ia meminta pengelola wisata tidak hanya fokus terhadap keuntungan. Namun, pihaknya meminta agar pengelola wisata memikirkan dan menyiapkan orang-orang mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement