REPUBLIKA.CO.ID,YANGON-Bandara Mandalay Tada U dan Bandara Nay Pyi Taw Myanmar ditutup sementara tanpa batas waktu setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter melanda negeri itu, Jumat (28/3/2025). Penutupan itu karena kerusakan pada bagian dalam dan landasan pacu bandara. Dilaporkan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar di Bandara Mandalay
“Bandara Mandalay Tada U dan Bandara Nay Pyi Taw ditutup sementara tanpa batas waktu dan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar di Bandara Mandalay, kata sumber militer Nay Pyi Taw.
Gempa bumi yang terjadi Jumat siang itu menyebabkan landasan pacu di Bandara Naypyidaw terputus. Retakan dilaporkan menyebabkan menara kontrol lalu lintas udara runtuh. Lima orang tewas ketika menara kontrol lalu lintas udara runtuh. Karena keadaan ini, Bandara Nay Pyi Taw ditutup tanpa batas waktu.
Demikian pula, Bandara Mandalay Tada U mengalami kerusakan internal. Landasan pacu ditutup karena kerusakan, dan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar.
"Penutupan sementara ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan. Bisa jadi lebih lama jika perbaikan tidak selesai. Kami belum mendengar kabar apa pun dari Yangon," kata seorang sumber militer di Nay Pyi Taw.