Sabtu 29 Mar 2025 14:35 WIB

Dua Pesawat Terjebak dalam Gempa Dahsyat Myanmar

Lima orang di Menara kontrol lalu lintas udara tewas karena bangunanya runtuh.

Jalan menuju Bandara Mandalay Tada U Myanmar ditutup setelah landasan pacu bandara dan bangunan bandara mengalami kerusakan parah setelah gempa dahsyat melanda negeri itu, Jumat (28/3/2025).
Foto: yktnews.com
Jalan menuju Bandara Mandalay Tada U Myanmar ditutup setelah landasan pacu bandara dan bangunan bandara mengalami kerusakan parah setelah gempa dahsyat melanda negeri itu, Jumat (28/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,YANGON-Bandara Mandalay Tada U dan Bandara Nay Pyi Taw Myanmar ditutup sementara tanpa batas waktu setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter melanda negeri itu, Jumat (28/3/2025). Penutupan itu karena kerusakan pada bagian dalam dan landasan pacu bandara. Dilaporkan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar di Bandara Mandalay

“Bandara Mandalay Tada U dan Bandara Nay Pyi Taw ditutup sementara tanpa batas waktu dan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar di Bandara Mandalay, kata sumber militer Nay Pyi Taw.

Baca Juga

Gempa bumi yang terjadi Jumat siang itu menyebabkan landasan pacu di Bandara Naypyidaw terputus. Retakan dilaporkan menyebabkan menara kontrol lalu lintas udara runtuh. Lima orang tewas ketika menara kontrol lalu lintas udara runtuh. Karena keadaan ini, Bandara Nay Pyi Taw ditutup tanpa batas waktu.

Demikian pula, Bandara Mandalay Tada U mengalami kerusakan internal. Landasan pacu ditutup karena kerusakan, dan satu pesawat Boeing dan satu pesawat jet terdampar.

"Penutupan sementara ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan. Bisa jadi lebih lama jika perbaikan tidak selesai. Kami belum mendengar kabar apa pun dari Yangon," kata seorang sumber militer di Nay Pyi Taw.

sumber : yktnews.com
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement