Kamis 20 Mar 2025 20:09 WIB

Berhasil Jebol Pagar DPR, Pendemo Coba Merangsek ke Gedung

"Yang pulang adalah penghianat," teriak orator menahan massa agar tidak pulang.

Rep: Antara/Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Erik Purnama Putra
Pengunjuk rasa melalui aksi tolak Revisi Undang-Undang TNI di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025).
Foto: Republika/Prayogi
Pengunjuk rasa melalui aksi tolak Revisi Undang-Undang TNI di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Massa yang menggelar aksi di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, berhasil menjebol pagar dan mencoba merangsek masuk untuk menduduki gedung DPR RI. Beberapa kali mereka mencoba menginjakkan kaki di pelataran gedung MPR/DPR, namun petugas langsung menghalau untuk keluar.

Petugas kepolisian juga telah bersiap dengan membuat brigade tepat di depan pagar, lengkap dengan pakaian pelindung dan membawa tongkat serta tameng. Tidak hanya itu, petugas juga menyemprot massa aksi dengan air menggunakan mobil "water cannon" agar massa tidak masuk lebih jauh ke dalam gedung DPR RI.

Baca Juga

"Petugas sudah sabar, tolong keluar, jangan masuk ke dalam," imbau petugas melalui pengeras suara. Setelah beberapa kali mencoba menerobos, massa aksi juga belum berhasil masuk.

Pada Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 19.30 WIB, sejumlah mobil ambulans pun silih berganti membawa para pendemo yang terluka. Petugas juga mengimbau kepada para pendemo agar pulang, karena batas waktu penyampaian pendapat di muka umum telah habis.

"Kami mengimbau agar teman-teman mahasiswa kembali. Karena batas waktu sudah selesai," kata petugas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement