Jumat 19 Jul 2024 19:27 WIB

Pendaftar Mahasiswa Internasional UMM Meningkat Drastis

Ada sekitar lebih dari 1.000 pendaftar untuk mahasiswa sarjana.

Mahasiswa internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (ilustrasi)
Foto: Humas UMM
Mahasiswa internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jumlah pendaftar mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari luar negeri mengalami peningkatan. Hingga Juli ini, ada lebih dari 2.115 pendaftar dari berbagai negara untuk jenjang sarjana, magister, maupun doktor. Bahkan jumlah itu didapat hanya dalam waktu dua bulan. Hal itu tak lepas dari upaya internasionalisasi Kampus Putih dan rekognisi dunia yang terus meningkat.

“Kalau melihat data, ada sekitar lebih dari 1.000 pendaftar untuk mahasiswa sarjana dan 800-an calon mahasiswa magister. Selain itu, para pendaftar untuk jenjang doktoral juga cukup banyak. Total ada sekitar 2.115 pendaftar mahasiswa asing per 19 Juli 2024 ini. Angka ini tentu meningkat ketimbang beberapa tahun sebelumnya karena beragam program unggulan internasional UMM,” jelas Kepala Humas UMM, M. Isnaini. 

Ia melanjutkan, salah satu kunci peningkatan ini adalah komunikasi yang baik dan masif dengan kedutaan berbagai negara, sehingga informasi pendaftaran bisa didapatkan oleh banyak calon mahasiswa asing. Selain itu, memaksimalkan media sosial dan memanfaatkan jaringan alumni juga menjadi cara untuk mengenalkan UMM ke kancah internasional sehingga pendaftar mengalami peningkatan signifikan.

“Banyak mahasiswa dari berbagai negara yang mendaftar. Misalnya saja Nigeria, Ekuador, Mali, Rwanda, Yaman, Mesir, Zimbabwe, Pakistan, dan puluhan negara lain. Kami optimis angka pendaftar akan terus naik dari tahun ke tahun,” katanya melanjutkan.

photo
Pendaftar mahasiswa UMM per 19 Juli 2024. - (Humas UMM)

Sementara itu, Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menegaskan tentang naiknya angka pendaftar calon mahasiswa baru intenasional Kampus Putih. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu hasil dari rekognisi internasional yang selama ini diupayakan UMM. Mulai dari pemeringkatan kampus dunia QS Stars, Unirank, sertifikasi internasional seperti AUN-QA, IABEE, dan lain sebagainya. Begitupun juga dengan berbagai kontribusi sivitas akademika UMM di kancah dunia, seperti misalnya Subak Bali yang direkognisi oleh Unesco, hingga prestasi mahasiswa yang bertaraf Internasional.

“Tentu ini menjadi energi positif bagi sivitas akademika UMM untuk meningkatkan capaian-capaian internasional sehingga UMM bisa semakin dikenal di level dunia. Bisa dilihat dari sebaran negara pendaftar yang sangat bervariasi. Mulai dari Asia, Afrika, Amerika hingga Eropa. Artinya UMM kian dilirik oleh orang asing untuk dijadikan tempat melanjutkan studi,” katanya mengakhiri. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement