Rabu 20 May 2026 18:16 WIB

Pemerintah Jadikan Kesehatan Perempuan Prioritas Pembangunan Manusia

Kesehatan perempuan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi bangsa.

Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Foto: Rizky Suryarandika
Menteri PPPA Arifah Fauzi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menempatkan kesehatan perempuan sebagai prioritas dalam pembangunan manusia berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan, kesehatan perempuan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas.

Baca Juga

“Akses kesehatan yang setara bagi perempuan merupakan pilar penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan masa depan bangsa,” ungkapnya.

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menekankan pentingnya kesadaran perempuan menjaga kesehatan reproduksi sejak dini melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.

“Kesadaran ini bukan hanya melindungi perempuan secara individu, melainkan juga menentukan kualitas generasi yang akan datang”, tegasnya.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan kesehatan perempuan menjadi fondasi penting dalam pembangunan manusia berkelanjutan. Ia menilai penguatan layanan kesehatan perempuan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat dan generasi mendatang.

“Negara hadir untuk memastikan setiap perempuan memperoleh akses layanan kesehatan yang setara, bermutu, dan responsif. Tidak boleh ada yang tertinggal, karena dari layanan yang unggul kita membangun masa depan yang lebih tangguh,” ujar Pratikno.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti peran strategis perempuan sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ia menilai peningkatan literasi kesehatan perempuan dapat memberi dampak luas terhadap kesehatan masyarakat.

“Peran strategis perempuan yaitu sebagai penjaga kesehatan keluarga. Ibu-ibu adalah tenaga kesehatan alami di rumah. Jika dibekali pengetahuan yang tepat, dampaknya luar biasa bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin terhadap tekanan darah, gula darah, dan lemak darah dinilai penting untuk menekan risiko penyakit kronis seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Pemerintah berharap penguatan layanan kesehatan perempuan yang semakin terintegrasi dapat mendorong pembangunan manusia berkelanjutan berjalan lebih optimal serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement