Rabu 20 May 2026 18:38 WIB

NATO Pertimbangkan Gelar Operasi Pengawalan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz

Operasi itu bisa digelar jika sampai lewat bulan Juli, Selat Hormuz masih diblokir.

Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya
Foto: EPA/Abedin Taherkenareh
Sebuah bilboard ukuran raksasa merujuk pada Selat Hormuz dengan teks berbahasa Persia yang artinya

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- NATO dilaporkan mempertimbangkan kemungkinan operasi pengawalan kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Seperti dilaporkan Bloomberg, mengutip seorang pejabat senior NATO, Selasa (19/5/2026), operasi itu bisa digelar jika sampai lewat bulan Juli, selat itu masih diblok oleh Iran.

Isu perlintasan Selat Hormuz diperkirakan akan mendominasi diskusi dalam sebuah pertemuan pemimpin NATO pada 7 dan 8 Juli 20216. Para negara anggota NATO dilaporkan khawatir pemblokiran Selat Hormuz yang berkepanjangan bisa memicu guncangan ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga

"Arahan politik hadir lebih dulu, dan kemudian rencana formal terjadi setelah itu," ujar Komandan Koalisi Tertinggi Eropa NATO Alexus Grynkewich dalam konferensi pers Selasa saat ditanya soal kemungkinan sebuah operasi maritim. "Apakah saya memikirkan itu? Tentunya."

Persiapan diplomasi dan militer juga dilaporkan berakselerasi di luar NATO. Sebuah koalisi dipimpin oleh Prancis dan Inggris saat ini tengah merancang sebuah rencana kontigensi bertujuan untuk mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz segera setelah konflik berakhir.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement