Ahad 28 Apr 2024 07:11 WIB

Brigadir RAT Disebut Bunuh Diri, Ini Motifnya Menurut Kapolres Metro Jaksel

"Clear, kan, itu bukan pembunuhan, itu bunuh diri," kata Ade Rahmat.

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani
Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal menduga motif anggota Polisi Brigadir RAT melakukan aksi bunuh diri karena permasalahan pribadi. Namun untuk mendalaminya, pihaknya bakal membuka isi ponsel milik anggota Satlantas Polresta Manado tersebut. Termasuk meminta keterangan dari istri dan pihak keluarga korban. 

"Untuk motif, dia bunuh diri (karena) masalah pribadi. Itu masih kita dalami kepada istri, kerabat, dan keluarga. Kita akan buka nanti isi handphone yang bersangkutan,” ujar Ade Rahmat saat dikonfirmasi, Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga

Ade menegaskan, kembali bahwa meninggalnya Brigadir RAT karena bunuh diri bukan korban pembunuhan. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan pemeriksaan terhadap belasan saksi serta rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.

"Clear, kan, itu bukan pembunuhan, itu bunuh diri. Kita sudah olah TKP, kita periksa rekaman CCR-nya, sudah beberapa saksi, sudah sekitar 18 saksi diperiksa di TKP," tegas Ade. 

 

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement