Rabu 17 Apr 2024 15:43 WIB

Polisi: Pengemudi Arogan Sembunyikan Mobil dan Buang Pelat Palsu

Pelaku dan istrinya sempat bersembunyi di rumah kakak pelaku di daerah Jakarta Timur.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar.
Foto: Antara/Genta Tenri Mawangi/
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pengendara arogan berinisial PWGA sempat menyembunyikan mobil dan membuang pelat dinas TNI bernomor 84377-00 yang telah dinyatakan palsu.

"Mobil tersebut disarungi dan pelat dinas TNI sudah hilang," kata Kepala Sub Direktorat Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully  saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga

Titus menjelaskan setelah kejadian tersebut, pelaku dan istrinya sempat bersembunyi di rumah kakak pelaku di daerah Jakarta Timur (Jaktim). "Mobil yang digunakan oleh pelaku ditemukan di rumah kakaknya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, ditutup terpal penutup mobil, pelatnya dibuang," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi membenarkan pengendara yang arogan di Tol Jakarta-Cikampek KM 56 telah ditangkap. "Benar sudah diamankan dan sedang dilakukan pendalaman," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengungkapkan bahwa pengemudi arogan yang menggunakan pelat dinas TNI palsu telah ditangkap pada Selasa (16/4/2024). "Iya betul [sudah ditangkap]. Nanti konpres, lagi dicari waktu yang tepat," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Saat dikonfirmasi mengenai identitas pengemudi tersebut, Nugraha belum bisa menjelaskan secara detail. "Nanti Danpuspom yang akan jelaskan semuanya," katanya.

Berdasarkan unggahan media sosial Instagram yang diunggah akun @puspomtni, pelaku berhasil ditangkap oleh jajaran Ditreskrimum.

Pelaku yang berinisial PWGA, berhasil ditangkap di kediamannya yang berada di Cempaka Putih. Dari pemeriksaan awal yang dilakukan Kepolisian, pelaku adalah seorang pengusaha, bukan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Sementara motif memakai pelat dinas TNI palsu itu adalah semata-mata untuk menghindari aturan ganjil-genap yang berlaku di DKI Jakarta," tulis akun tersebut.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement