Rabu 17 Apr 2024 15:17 WIB

Kemendikbudristek Tunggu Penjelasan Kemenkes Soal Pendidikan Dokter Spesialis Picu Depresi

Kemendikbudristek akan berkoordinasi dengan fakultas kedokteran terkait hal tersebut

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Mahasiswa fakultas kedokteran (ilustrasi). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil screening terhadap 12.121 dokter yang menjalani Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dari sana ditemukan,
Foto: dok istimewa
Mahasiswa fakultas kedokteran (ilustrasi). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil screening terhadap 12.121 dokter yang menjalani Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dari sana ditemukan,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan hasil screening terhadap 12.121 dokter yang menjalani Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dari sana ditemukan, 22,4 persen dari mereka mengalami gejala depresi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait menyikapi hal itu.

"Kita sedang ingin mendengar langsung dari Kemenkes mengenai hasil tersebut," ungkap Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek Sri Suning Kusumawardani di Jakarta, Rabu (17/4/2024).

Dia menyampaikan, pihaknya juga berencana untuk berkoordinasi dengan fakultas-fakultas kedokteran terkait persoalan itu. Hal tersebut, kata dia, diperlukan untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai persoalan yang menyita perhatian publik itu. "Tentu nanti ada follow up-follow up yang lain," kata dia. 

Kemendibudristek juga akan mendalami terkait biaya pendidikan kedokteran. Meski demikian, pihaknya memastikan kajian terkait biaya pendidikan sebelumnya telah dilakukan dengan matang agar tak membebani para mahasiswa. 

"Itu kan sudah berupa kajian-kajian yang sudah dilakukan oleh semua pihak. Jadi semua sudah tahu mengenai hal tersebut. Jadi kita masih berencana untuk mendapatkan informasi yang clear dari Kemenkes mengenai berita tersebut," jelas dia. 

Berdasarkan data Kemenkes yang Republika terima, dari 12.121 peserta PPDS RS vertikal Kemenkes, 22,4 persennya atau 2.716 peserta mengalami gejala depresi. Angka itu terdiri dari 1.977 gejala depresi ringan, 486 gejala depresi sedang, 178 gejala depresi sedang berat, dan 73 gejala depresi berat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement