Rabu 10 Apr 2024 05:49 WIB

Memastikan Warga Punya Makanan, Tri Adhianto Keliling Kampung Saat Takbiran

Tri Ardhianto ingin warganya bergembira saat lebaran.

Mantan wali kota Bekasi, Tri Adhianto, mengunjungi warga miskin saat takbiran Lebaran 2024.
Foto: Istimewa/doc humas
Mantan wali kota Bekasi, Tri Adhianto, mengunjungi warga miskin saat takbiran Lebaran 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Demi warganya memiliki bahan makanan untuk dimasak saat merayakan lebaran, mantan wali kota Bekasi, Tri Adhianto mengajak istrinya berkeliling ke rumah-rumah warga yang kurang mampu pada malam Takbiran. Ia tak ingin ada warganya yang bersedih pada hari lebaran.

Kunjungan mendadak Tri, yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi ini disambut haru sejumlah warga. Bahkan beberapa di antaranya tampak terharu hingga meneteskan air mata, karena Tri dan istrinya tak diduga membawakan mereka paket sembako.

“Saya tidak menyangka jika orang bertubuh tinggi itu ternyata Pak Tri yang pernah menjabat wali kota Bekasi. Beliau memang dari dulu sangat peduli terhadap orang-orang susah seperti saya,” kata warga Gang Tengki, Keluarahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu Mak Kunih (61 thn),  dalam siaran pers yang diterima Republika.

Mak Kunih mengaku kagum dan bangga punya pemimpin seperti Tri Adhianto. Ia yakin kalau Tri Adhianto  berniat maju sebagai calon wali kota Bekasi, akan erpilih kembali. “Pak Tri itu pemimpin yang sangat merakyat, sederhana dan sangat peduli terhadap rakyatnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Mak Nimah dan Mak Suhana. Dua warga yang tinggal tak jauh dari rumah Mak Kunih ini juga terkesan dengan apa yang dilakukan Tri Adhianto. Apalagi, kedatangan Tri dan istrinya itu dilakukan pada malam takbiran, saat umumnya orang-orang berkumpul di rumah bersama keluarga.

“Beliau sampai mau meluangkan waktunya bersama istrinya menemui kami-kami warga miskin justru di malam takbiran. Pak Tri bilang tak ingin ada warganya yang tak punya beras untuk dimasak saat lebaran,”kata Mak Nimah (57 thn).

Kepada pers yang mengikuti kegiatannya, Tri Adhianto mengaku dirinya merasa tidak tenang jika saat takbir bergema dimana -mana, ada warga di sekitar  tidak memiliki beras, apalagi daging untuk dimasak. Takbir  mengagungkan kebesaran nama Allah akan hambar dan tak bermakna jika ia membiarkan ada warga di sekitarnya bersedih karena tak punya beras.

“Apanya yang kembali ke fitrah, kalau hati kita tidak peka dan tidak terpanggil untuk membantu sesama saudara kita yang sedang kesusahan? Karena itulah, saya lebih memilih keliling ke rumah-rumah warga kurang mampu untuk memastikan, apakah mereka bahagia atau bersedih besoknya mau berlebaran,” kata Tri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement