Selasa 02 Apr 2024 12:56 WIB

Datang ke Balai Kota DKI, AHY Kenang Saat Maju Pilgub 2017

Menteri AHY bertemu Pj Heru untuk mendeklarasikan Jaksel sebagai kota lengkap.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).
Foto: Republika.co.id/Bayu Adji Prihammanda
Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendatangi Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/4/2024). Kedatangannya tak lain untuk mendeklarasikan Jakarta Selatan sebagai kota lengkap, menyusul Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Terdapat momen menarik dalam kunjungan AHY ke tempat bertugas gubernur DKI Jakarta pada Selasa siang itu. Pasalnya, dalam sambutan di hadapan hadirin, sosok yang juga menjabat ketua umum DPP Partai Demokrat itu sempat nostalgia saat berkontestasi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017.

Baca: AHY Bertemu Prabowo di Kemenhan Bahas Masalah Kebangsaan

"Saya boleh sedikit nostalgia perjalanannya? Boleh Pak Gubernur ya? DKI Jakarta ini tentunya spesial bagi saya pribadi, karena perjuangan saya pertama kali di dunia politik, di sebuah kancah pilkada rasa pilpres ketika itu," kata AHY saat memberikan sambutan di Balai Agung, Balai Kota DKI, Selasa siang.

Momen yang dimaksud AHY tak lain adalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Ketika itu, AHY berpasangan dengan Sylviana Murni, eks deputi gubernur DKI, menghadapi pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Namun, dalam kontestasi itu pasangan AHY-Sylvi gugur pada putaran pertama. Alhasil, pasangan Anies-Sandiaga berhasil meraih kemenangan dan menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI periode 2017-2022.

Baca: Dikunjungi AHY, Panglima TNI Kenakan Seragam Loreng Kamuflase Terbaru

Mengenang momen itu, AHY menilai, Jakarta selamanya akan menjadi daya tarik banyak banyak orang. Bukan hanya menjadi magnet dari sisi ekonomi dan bisnis, melainkan juga magnet secara politik. "Karena beliau juga, Pak Presiden kita, Pak Jokowi, juga dari sini dulu mengabdi," ujar AHY.

Dia pun bercerita mengapa kala itu ikut terpanggil untuk maju pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Meski terhitung baru dalam dunia politik setelah keluar dari TNI dengan pangkat mayor, AHY berani terjun berkontestasi merebut kursi DKI 1.

Menurut dia, panggilan untuk maju dalam pilgub ketika itu tidak bisa dirasionalisasi secara penuh. AHY mengaku, hanya merasa terpanggil untuk melanjutkan pengabdian di dunia politik kemasyarakatan dan pemerintahan.

"Ketika itu saya rasa cita-cita kita sama, ingin melihat Jakarta semakin maju kotanya, semakin sejahtera masyarakatnya," ujar AHY yang berdiri di samping Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono.

Baca: Sowan ke Prabowo, AHY Ucapkan Selamat Atas Raihan Pangkat Bintang Empat

Saat melakukan blusukan ke berbagai tempat di Jakarta, AHY paham bahwa Jakarta adalah kota metropolitan yang begitu dinamis. Namun, menurut dia, sudah ada kemajuan di Jakarta yang harus diapresiasi. "Ini merupakan kerja dari bapak ibu semuanya," kata AHY.

Namun, AHY mengingatkan, masih ada masalah dan tantangan bagi warga Jakarta. Masalah itu tak bisa dikerjakan oleh satu pihak tertentu, melainkan harus diselesaikan lintas pemerintahan dan lintas generasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement